Blog dmathholic
Berbicara tentang PENDIDIKAN terkhusus MATEMATIKA memberikan MOTIVASI kepada kita semua sebagai PEMBELAJARAN.
Semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua,
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna agar orang banyak mempunyai hidup lebih bernilai.
Terima kasih atas kunjungan atau komentar Anda di Blog dmathholic.

Bagaimana Berpikir dan Bermimpi Secara Kreatif

matematika motivasiBagaimana tulisan David J Schwartz tentang Bagaimana Berpikir Besar, Percaya Anda dapat berhasil maka Anda pun akan benar-benar berhasil, Sembuhkan Diri Anda Dari Dalih Penyakit Kegagalan atau Bangun Kepercayaan dan Hancurkan Kekuatan sudah Anda baca. Sekarang coba kita lanjutkan tulisan David J Scwartz masih dari buku yang sama, yaitu "Bagaimana Berpikir dan Bermimpi Secara Kreatif"

Pertama, mari kita menjernihkan suatu pikiran yang keliru mengenai arti berpikir kreatif. Karena beberapa alasan yang tidak logis, sains, teknologi, seni dan karya tulis dianggap sebagai satu-satunya yang memerlukan pemikiran yang benar-benar kreatif. Kebanyakan orang menghubungkan berpikir kreatif dengan hal-hal seperti penemuan listrik atau vaksin polio, atau novel atau pengembangan televisi berwarna.

Tentu saja pencapaian seperti ini adalah bukti dari cara berpikir kreatif. Tiap langkah maju dalam menaklukkan ruang angkasa adalah hasil dari berpikir kreatif. Akan tetapi, berpikir kreatif tidak hanya terbatas untuk pekerjaan tertentu, juga tidak hanya untuk orang yang super pandai.

Lalu, apa yang dimaksud dengan berpikir kreatif?

Sebuah keluarga yang berpenghasilan rendah menyusun rencana untuk mengirim putra mereka ke universitas. Inilah berpikir kreatif.
Sebuah keluarga mengubah rumah yang paling tidak menarik di jalan itu menjadi tempat yang indah di lingkungan tersebut. Inilah berpikir kreatif.
Seorang pendeta mengembangkan suatu rencana yang melipatgandakan jemaahnya untuk kebaktian hari Minggu. Inilah berpikir kreatif.
Memikirkan cara-cara untuk menyederhanakan pembukuan, menjual produk kepada pelanggan yang "sulit," mengusahakan agar anak-anak tetap asyik secara konstruktif, membuat karyawan benar-benar menyukai pekerjaan mereka, atau mencegah pertengkaran "tertentu" – semua ini adalah contoh berpikir kreatif sehari-hari yang praktis.

Berpikir kreatif berarti menemukan cara-cara baru yang lebih baik untuk mengerjakan apa saja. Imbalan dari semua jenis sukses ini – di rumah, di tempat kerja, di dalam komunitas – bergantung pada penemuan cara-cara untuk mengerjakan sesuatu dengan lebih baik. Sekarang, mari kita lihat apa yang dapat kita lakukan untuk mengembangkan dan menguatkan kemampuan kita dalam berpikir kreatif.
Langkah Satu: Percaya bahwa sesuatu dapat dilakukan.
Inilah prinsipnya: Untuk melakukan apa pun, kita harus lebih dahulu percaya bahwa hal itu dapat dilakukan. Percaya sesuatu dapat dilakukan membuat pikiran bergerak untuk mencari cara untuk melaksanakannya.

Untuk mengilustrasikan cara berpikir kreatif ini dalam sesi pelatihan, saya sering menggunakan contoh ini. Saya meminta kelompok, "Berapa banyak dari Anda yang merasa mungkin untuk menghapuskan penjara dalam 30 tahun mendatang?"
Para peserta selalu tampak bingung, tidak yakin apakah mereka mendengar dengan benar. Jadi, sesudah diam sejenak saya mengulangi, "Berapa banyak dari Anda yang merasa mungkin untuk menghapuskan penjara dalam 30 tahun mendatang?"
Segera sesudah saya meyakinkan mereka bahwa saya bersungguh-sungguh, seseorang selalu berkomentar, "Anda tentu tidak bermaksud mengatakan bahwa Anda ingin melepaskan semua pembunuh, pencuri dan pemerkosa? Tidak sadarkah Anda akan apa artinya ini? Mengapa, tak seorang pun akan aman. Kita harus mempunyai penjara."
Kemudian, peserta-peserta yang lain ikut memberikan komentar.
"Hukum dan ketertiban akan ambruk jika kita tidak mempunyai penjara."
"Beberapa orang memang dilahirkan sebagai penjahat."
"Kita bahkan memerlukan lebih banyak penjara."
"Apakah Anda membaca koran pagi ini tentang pembunuhan yang baru saja terjadi?"
Dan begitulah mereka melanjutkan, mengatakan kepada saya segala macam alasan yang tepat mengapa kita harus mempunyai penjara.

Salah seorang malah mengatakan bahwa kita harus mempunyai penjara supaya polisi dan sipir penjara dapat mempunyai pekerjaan.
Sesudah sekitar sepuluh menit membiarkan ke-lompok tersebut "membuktikan" mengapa kita tidak dapat menghapus keberadaan penjara, saya mengatakan kepada mereka, "Nah, biarlah saya sebutkan di sini bahwa pertanyaan ini tentang penghapusan penjara sebenarnya digunakan untuk menyampaikan suatu maksud.
"Anda semua telah mengajukan alasan mengapa kita tidak dapat menghapus keberadaan penjara. Apakah Anda bersedia membantu saya sekarang? Maukah Anda berusaha benar-benar keras selama beberapa menit untuk percaya bahwa kita dapat menghapuskan penjara?"
Dengan semangat bereksperimen, kelompok tersebut bersedia melakukannya. Kemudian saya bertanya, "Nah, dengan asumsi kita dapat menghapus penjara, bagimana kita dapat memulainya?"

Saran muncul secara perlahan pada mulanya. Seseorang dengan ragu berkata, "Kita mungkin dapat mengurangi kejahatan jika kita mendirikan lebih banyak pusat kegiatan remaja?"
Tidak lama kemudian, para peserta yang sepuluh menit lalu begitu menentang gagasan tersebut sekarang mulai berusaha dengan penuh antusias.
"Usahakan menghapus kemiskinan. Kebanyakan kejahatan berakar dari tingkat pendapatan yang rendah."
"Jalankan penelitian untuk mengenali penjahat sebelum mereka melakukan kejahatan."
"Kembangkan prosedur bedah untuk mengobati beberapa jenis penjahat."
"Didik personel penegak hukum dengan metode reformasi yang positif."
Ini hanyalah sedikit contoh dari 78 gagasan spesifik yang saya susun yang dapat membantu mencapai tujuan menghapus keberadaan penjara.

Jika Anda Percaya, Pikiran Anda Mencari Jalan untuk Melaksanakannya

Eksperimen ini mempunyai satu maksud: Jika Anda percaya sesuatu itu tidak mungkin, pikiran Anda akan bekerja bagi Anda untuk membuktikan mengapa hal itu tidak mungkin. Akan tetapi jika Anda percaya, benar-benar percaya, sesuatu dapat dilakukan, pikiran Anda akan bekerja bagi Anda dan membantu Anda mencari jalan untuk melaksanakannya.

Percaya sesuatu dapat dilakukan melicinkan jalan untuk solusi yang kreatif. Percaya sesuatu tidak dapat dilakukan adalah cara berpikir yang destruktif. Hal ini berlaku pada semua situasi, besar dan kecil. Para pemimpin politik yang tidak benar-benar percaya bahwa perdamaian dunia dapat dicapai akan gagal mencapainya karena pikiran mereka tertutup bagi cara-cara kreatif untuk menghasilkan perdamaian. Ahli ekonomi yang percaya depresi bisnis tidak dapat dihindari, tidak akan mengembangkan cara-cara kreatif untuk mematahkan siklus bisnis tersebut. Begitu pula Anda dapat menemukan cara-cara untuk menyukai seseorang jika Anda percaya Anda dapat melakukannya.

Anda dapat menemukan cara untuk membeli rumah baru yang lebih besar jika Anda percaya Anda dapat melakukannya.
Kepercayaan melepaskan kekuatan kreatif. Ketidakpercayaan menjadi rem bagi berpikir kreatif. Percayalah, dan Anda pun akan mulai berpikir – secara konstruktif.

Pikiran Anda akan Menciptakan Jalan Jika Anda Mengizinkannya.

Sedikit lebih dari dua tahun yang lalu, seorang pemuda meminta saya menolongnya menemukan pekerjaan dengan masa depan yang lebih baik. Ia saat itu bekerja sebagai juru tulis di bagian kredit sebuah perusahaan yang melayani pesanan lewat pos, dan ia merasa bahwa ia tidak mengalami kemajuan sama sekali. Kami berbicara mengenai riwayat kerjanya dan apa yang ia ingin kerjakan. Sesudah mengetahui sesuatu tentang dirinya, saya berkata, "Saya sangat mengagumi Anda karena ingin menaiki jenjang menuju pekerjaan yang lebih baik dengan tanggung jawab yang lebih besar. Akan tetapi untuk memulai dalam pekerjaan jenis yang Anda inginkan mensyaratkan gelar profesional sekarang ini. Boleh saya sarankan Anda agar mengikuti kelas malam untuk mendapatkan gelar yang diperlukan, kemudian saya yakin Anda dapat memperoleh pekerjaan yang Anda inginkan – dan dengan perusahaan yang Anda inginkan.
Bulan lalu, ia lulus dalam ujian akhirnya, dan bekerja sebagai management trainee untuk sebuah perusahaan besar. Ia saat itu berusia dua puluh empat tahun, menikah dan mempunyai satu anak dan satu lagi segera menyusul. Akan tetapi ia berhasil meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia tetap dapat meluangkan waktu untuk belajar secara berhasil, dan ia memang berhasil.
Di mana ada kemauan di situ ada jalan.
Percayalah sesuatu itu dapat dilakukan.
Inilah dasar bagi berpikir kreatif. Di bawah ini adalah dua saran untuk membantu Anda mengembangkan kekuatan kreatif melalui kepercayaan:

Hapus kata tidak mungkin baik dari pikiran Anda maupun kosakata pembicaraan Anda. Tidak mungkin adalah kata kegagalan. Pikiran, "Ini tidak mungkin," memulai reaksi berantai dari pikiran lain untuk membuktikan bahwa Anda benar.
Pikirkan sesuatu yang istimewa yang selama ini Anda ingin lakukan, tetapi Anda rasa Anda tidak dapat melakukannya. Sekarang buat sebuah daftar alasan mengapa Anda dapat melakukannya. Banyak dari kita mengalahkan dan menaklukkan keinginan kita hanya karena kita berkonsetrasi pada mengapa kita tidak dapat sementara satu-satunya hal yang layak untuk konsentrasi mental kita adalah mengapa kita dapat.

Belum lama ini saya membaca suatu artikel koran yang mengatakan bahwa ada terlalu banyak wilayah atau negara bagian di kebanyakan negara. Artikel tersebut menunjukkan bahwa kebanyakan perbatasan wilayah ditetapkan beberapa dasawarsa sebelum mobil pertama dibuat, dan ketika kereta kuda merupakan satu-satunya alat transportasi utama. Akan tetapi dewasa ini, dengan mobil yang cepat dan jalan yang bagus tidak ada alasan mengapa tiga atau empat wilayah tidak dapat digabung. Ini akan sangat mengurangi pelayanan rangkap sehingga masyarakat akan benar-benar mendapatkan pelayaan yang lebih baik dengan biaya yang lebih rendah.

Penulis artikel ini mengatakan bahwa ia telah menemukan gagasan yang sangat bagus, sehingga ia mewawancarai 30 orang secara acak untuk mendapatkan reaksi mereka. Hasilnya: tak seorang pun menganggap gagasan tersebut memiliki kebaikan, walaupun gagasan tadi akan memberi mereka pemerintahan daerah yang lebih baik dengan biaya yang lebih murah.
Itulah contoh dari cara berpikir tradisional. Pikiran pemikir tradisional menjadi lumpuh. Ia bernalar, "Keadaannya sudah begini selama ratusan tahun, jadi keadaan ini pasti baik dan harus tetap begini. Mengapa mengambil risiko dengan mengubahnya?"
"Rata-rata" orang selalu menolak kemajuan. Banyak yang menentang mobil atas dasar alam menciptakan kita untuk berjalan atau menggunakan kuda. Pesawat terbang tampak drastis bagi banyak orang. Manusia tidak "berhak" memasuki bidang wewenang yang dikhususkan untuk burung. Banyak "penganut status-quo" tetap berkeras bahwa manusia tidak boleh berurusan dengan ruang angkasa.
Seorang ahli peluru kendali belum lama ini memberikan jawaban untuk cara berpikir jenis ini. Dr. von Braun berkata, "Manusia berhak pergi ke mana yang ia kehendaki."

Sekitar tahun 1900, seorang wiraniaga menemukan suatu prinsip "ilmiah" manajemen penjualan. Prinsip ini mendapat banyak publisitas, dan bahkan dimuat di dalam beberapa buku teks. Prinsip tersebut adalah ini: Ada satu satu cara terbaik untuk menjual suatu produk. Temukan cara terbaik tersebut, kemudian jangan pernah menyimpang darinya.
Untunglah bagi perusahaan orang ini, pemimpin yang baru datang tepat pada waktunya untuk menyelamatkan organisasi tersebut dari kehancuran keuangan.

Kontraskan pengalaman itu dengan filosofi dari Crawford H. Greenwalt, presiden dari salah satu organisasi bisnis terbesar di Amerika. Di dalam suatu ceramah di Columbia University, Greenwalt berkata . . . "ada banyak cara di mana suatu pekerjaan yang baik dapat dilakukan – sama banyak sebenarnya dengan jumlah orang kepada siapa tugas itu diberikan."
Sebenarnya, tidak ada satu cara terbaik untuk mengerjakan apa pun. Tidak ada satu cara terbaik untuk mendekorasi ruangan, atau mengatur taman, atau mengadakan penjualan, atau membesarkan anak, atau memasak bistik. Ada banyak cara terbaik sebanyak adanya pikiran yang kreatif.
Tidak ada yang bertumbuh di dalam es. Jika kita membiarkan tradisi membekukan pikiran kita, gagasan baru tidak dapat tumbuh. Ikuti tes ini segera. Usulkan salah satu dari gagasan di bawah ini kepada seseorang dan kemudian amati perilakunya.

Sistem pos, yang lama menjadi monopoli pemerintah, harus diserahkan kepada perusahaan swasta.
Pemilihan Umum harus diadakan tiap dua atau delapan tahun dan bukan tiap lima tahun.
Jam buka toko yang tetap harus dari pukul 13.00 sampai pukul 20.00. dan bukan dari pukul 9.00 hingga pukul 17.30.
Usia pensiun harus dinaikkan menjadi 70 tahun.

Apakah gagasan ini sehat atau praktis bukan soal. Yang penting adalah bagaimana orang bereaksi terhadap saran seperti ini. Jika ia menertawakan gagasan tersebut dan tidak memikirkannya kembali (dan mungkin 95 persen akan menertawakannya), peluangnya adalah orang tersebut menderita kelumpuhan tradisi. Akan tetapi, seorang di antara dua puluh yang mengatakan, "Itu gagasan yang menarik; ceritakan lebih banyak kepada saya," mempunyai pikiran yang diubah menjadi kreativitas.

Cara berpikir tradisional adalah musuh Nomor Satu untuk orang yang tertarik pada program keberhasilan pribadi yang kreatif. Cara berpikir tradisional membekukan pikiran Anda, menghambat kemajuan Anda, mencegah Anda mengembangkan kekuatan kreatif. Berikut ini adalah tiga cara untuk memeranginya:

1. Jadilah orang yang bersedia menerima gagasan. Sambut baik gagasan. Hancurkan pikiran peng-
halang seperti "Tidak akan berhasil," "Tidak dapat dikerjakan," "Ini tidak ada gunanya," dan "Ini tin-
dakan bodoh." Seorang teman saya yang sangat sukses yang menjabat posisi senior di sebuah perusahaan asuransi berkata kepada saya, "Saya tidak berpretensi menjadi eksekutif terpandai di dalam perusahaan. Akan tetapi, saya kira saya adalah spons terbaik di dalam industri asuransi. Saya selalu berusaha menyerap semua gagasan bagus sedapat mungkin."

2. Jadilah orang yang suka bereksperimen. Dob-raklah rutin yang tetap. Pergilah ke restoran baru,
beli-, buku baru, kunjungi teater baru, dapatkan teman baru; ambil rute yang berbeda ke tempat kerja
pada hari tertentu, ambil jenis liburan yang berbeda tahun ini, sesuatu yang baru dan berbeda akhir pekan ini.
Jika Anda bekerja di bagian distribusi, kembangkan minat akan produksi, akunting, keuangan, dan unsur lain dalam bisnis. Ini memberi Anda keluasan pengetahuan dan menyiapkan Anda untuk tanggung jawab yang lebih besar.

3. Jadilah progresif, bukan regresif. Bukan "Itulah cara kami biasa mengerjakannya maka kami harus mengerjakannya dengan cara itu," melainkan "Bagaimana kami dapat mengerjakannya lebih baik daripada dengan cara yang biasa saya lakukan?" Bukan cara berpikir mundur, regresif, melainkan cara berpikir maju, progresif. Karena Anda bangun pukul 5.30 untuk mengantar surat kabar atau memerah susu sewaktu Anda masih anak-anak tidak harus berarti ide yang bagus untuk meminta anak Anda melakukan hal yang sama.
Bayangkan apa yang akan terjadi, misalnya, pada Ford Motor Company jika manajemennya membiarkan diri berpikir, "Tahun ini kita sudah mengembangkan mobil paling sempurna. Perbaikan lebih lanjut tidak mungkin dilakukan. Oleh karena itu, semua kegiatan rekayasa dan desain eksperimental dengan ini diakhiri secara permanen."
Tidak peduli betapapun besarnya, perusahaan tersebut akan susut dengan cepat jika bersikap demikian.
Orang yang sukses seperti halnya perusahaan yang sukses selalu bertanya: "Bagaimana saya dapat meningkatkan kualitas prestasi saya? Bagaimana saya dapat bekerja lebih baik?"
Kesempurnaan absolut di dalam semua pengertian manusia dari pengembangan peluru kendali hingga pengasuhan anak tidak mungkin tercapai. Ini berarti ada peluang yang tak ada habisnya untuk perbaikan. Orang sukses mengetahui hal ini dan mereka

selalu mencari cara yang lebih baik. (Catatan. Orang sukses tidak bertanya, "Dapatkah saya mengerjakannya dengan lebih baik?" Ia tahu ia dapat. Jadi, ia menyusun pertanyaannya, "Bagaimana saya dapat mengerjakannya dengan lebih baik?")
Beberapa bulan yang lalu, seorang bekas mahasiswa saya dalam bisnis selama hanya empat tahun, membuka toko perangkat kerasnya yang keempat. Ini benar-benar prestasi luar biasa mengingat investasi modal awalnya yang kecil, yaitu hanya £1.200, persaingan keras dari toko-toko lain dan waktu yang relatif singkat yang dijalaninya dalam bisnis.
Saya mengunjungi cabangnya yang baru tidak lama sesudah dibuka untuk mengucapkan selamat kepadanya atas kemajuan hebat yang ia buat.
Dengan cara tak langsung saya bertanya kepadanya bagaimana ia ia dapat berhasil dengan tiga tokonya yang pertama membuka toko keempat sementara kebanyakan pedagang harus berjuang agar berhasil hanya dengan satu toko.
"Tentu saja," ia menjawab, "saya bekerja keras, tetapi sekadar bangun pagi dan bekerja hingga larut tidak berarti sudah cukup untuk mengembangkan keempat toko. Kebanyakan orang di dalam lini bisnis saya bekerja keras. Hal utama yang saya kaitkan dengan keberhasilan saya adalah "program perbaikan mingguan" yang saya buat sendiri.
"Program perbaikan mingguan? Kedengarannya menarik sekali. Bagaimana cara kerjanya?" saya bertanya.

"Sebenarnya tidak ada yang perlu diuraikan," ia melanjutkan. "Ini cuma rencana untuk membantu saya bekerja lebih baik sementara tiap minggu berjalan."
"Agar cara berpikir maju saya tetap pada jalurnya, saya membagi pekerjaan saya ke dalam empat elemen: pelanggan, karyawan, barang dagangan dan promosi. Sepanjang minggu saya membuat catatan dan menuliskan gagasan mengenai bagaimana saya dapat memperbaiki usaha saya.
"Kemudian tiap Senin malam saya menyisihkan waktu empat jam untuk mengulas gagasan-gagasan yang saya tuliskan, dan memikirkan bagaimana memanfaatkan gagasan yang solid di dalam usaha.
"Di dalam periode empat jam ini saya memaksa diri untuk memperhatikan usaha saya dengan cermat. Saya tidak sekadar mengharapkan lebih banyak pelanggan akan berbelanja di toko saya. Saya malah bertanya kepada diri sendiri, 'Apa yang dapat saya lakukan untuk menarik lebih banyak pelanggan?' 'Bagaimana saya dapat mengembangkan pelanggan tetap yang loyal?'"
Ia melanjutkan menjabarkan banyak inovasi kecil yang membuat tiga tokonya yang pertama begitu berhasil: hal-hal seperti cara ia mengatur barang dagangan di dalam tokonya, teknik menjual yang membuat orang yang tadinya tidak berniat membeli akhirnya membeli, rencana kredit yang ia rancang ketika banyak pelanggannya tidak bekerja karena ada pemogokan, kontes yang ia selenggarakan selama musim sepi.

"Saya bertanya kepada diri sendiri, 'Apa yang dapat saya kerjakan untuk memperbaiki penawaran barang dagangan saya?' dan saya mendapatkan gagasan. Saya akan memberikan sebuah contoh. Empat minggu yang lalu, terpikir oleh saya bahwa saya seharusnya melakukan sesuatu untuk membuat lebih banyak anak datang ke toko. Saya bernalar seandainya saya mempunyai sesuatu di sini untuk menarik anak-anak ke toko saya maka saya juga akan menarik lebih banyak orangtua. Saya terus memikirkan hal ini dan kemudian gagasan tersebut muncul: Bariskan mainan kecil untuk anak-anak usia empat hingga delapan tahun. Cara ini berhasil! Mainan tersebut hanya membutuhkan tempat sedikit dan saya memperoleh keuntungan besar dari mainan tersebut. Namun, yang paling penting adalah mainan tersebut menaikkan jumlah pelanggan toko.

"Percayalah kepada saya," ia melanjutkan, "rencana perbaikan mingguan tersebut berhasil. Dengan bertanya kepada diri sendiri secara sadar, 'Bagaimana saya dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik?' Saya menemukan jawabannya. Jarang sekali pada hari Senin malam saya tidak memikirkan suatu rencana atau teknik yang membuat ikhtisar laba-rugi saya tampak lebih baik.
"Dan saya belajar sesuatu yang lain mengenai seni dagang yang berhasil pula, sesuatu yang saya kira semua orang yang terjun ke dalam bisnis sendiri harus mengetahuinya."

"Apa itu?" saya bertanya.
"Cuma ini. Yang penting bukan apa yang Anda ketahui pada waktu Anda memulai, melainkan apa yang Anda pelajari dan Anda gunakan sesudah Anda membuka pintu."
Keberhasilan besar mensyaratkan orang terus menerus menetapkan standar yang lebih tinggi untuk diri sendiri dan orang lain, orang yang mencari cara-cara untuk meningkatkan efisiensi, untuk mendapatkan lebih banyak keluaran dengan biaya yang lebih rendah, mengerjakan lebih banyak dengan lebih sedikit tenaga. Keberhasilan puncak hanya diperuntukkan bagi jenis orang yang berpendirian "saya-dapat-mengerjakannya-dengan-lebih-baik."

General Electric menggunakan slogan: Kemajuan adalah produk kami yang paling penting.
Mengapa tidak menjadikan kemajuan sebagai produk Anda yang paling penting?
Filosofi saya-dapat-mengerjakannya-dengan-lebih-baik menghasilkan mukjizat. Ketika Anda bertanya kepada diri sendiri, "Bagaimana saya dapat bekerja dengan lebih baik?" kekuatan kreatif Anda dihidupkan dan cara-cara untuk mengerjakan segala sesuatunya dengan lebih baik muncul dengan sendirinya.
Inilah latihan sehari-hari yang akan membantu Anda menemukan dan mengembangkan kekuatan sikap saya-dapat-mengerjakannya-dengan-lebih-baik.

Tiap hari sebelum mulai bekerja, luangkan waktu sepuluh menit untuk berpikir "Bagaimana saya dapat melakukan pekerjaan dengan lebih baik hariini?" Tanyakan, "Apa yang dapat saya lakukan untuk pelanggan saya?" "Bagaimana saya dapat meningkatkan efisiensi pribadi saya?"
Latihan ini sederhana, tetapi manjur. Cobalah dan Anda akan menemukan cara-cara kreatif yang tak terbatas untuk mendapatkan keberhasilan yang lebih besar.
Hampir setiap kali saya dan istri saya berkumpul dengan pasangan tertentu, percakapan pun beralih ke topik tentang "istri yang bekerja." Nyonya S, sudah bekerja selama beberapa tahun sebelum menikah dan ia benar-benar menyukainya.
"Akan tetapi sekarang," ia akan mengatakan, "saya mempunyai dua anak usia sekolah, rumah untuk diurus dan makanan untuk disiapkan. Saya benar-benar tidak punya waktu."
Kemudian suatu Minggu petang, Tuan dan Nyonya S. beserta anak-anak mereka terlibat dalam kecelakaan mobil. Nyonya S dan anak-anak lolos dari cedera serius, tetapi Tuan S. mengalami cedera punggung yang membuatnya lumpuh secara permanen. Sekarang Nyonya S. tidak punya pilihan selain bekerja.

Ketika kami menemuinya beberapa bulan sesudah kecelakaan tersebut, kami heran melihat betapa baik ia telah menyesuaikan diri dengan tanggung jawabnya yang baru.
"Anda tahu," ujarnya, "enam bulan yang lalu saya tidak pernah memimpikan dapat mengurus rumah dan kerja purnawaktu. Namun, sesudah kecelakaantersebut, saya benar-benar memutuskan bahwa saya harus dapat meluangkan waktu. Percayalah, efisiensi meningkat 100 persen. Saya mendapatkan banyak hal yang saya kerjakan selama ini tidak perlu dikerjakan sama sekali. Kemudian saya merasakan bahwa anak-anak dapat dan mau membantu saya. Saya melihat lusinan cara untuk menghemat waktu – lebih sedikit perjalanan ke toko, lebih sedikit menonton TV, kurangi menelepon, kurangi hal-hal yang menghabiskan waktu."
Pengalaman memberi kami suatu pelajaran: Kapasitas adalah keadaan pikiran. Berapa banyak yang dapat kita kerjakan bergantung pada berapa banyak kita berpikir kita dapat melakukannya. Jika Anda benar-benar percaya Anda dapat mengerjakan lebih banyak, pikiran Anda berpikir secara kreatif dan memperlihatkan caranya kepada Anda.

Seorang eksekutif bank mengisahkan pengalaman pribadinya mengenai "kapasitas kerja."
"Salah seorang dari para eksekutif di bank meninggalkan kami dengan pemberitahuan yang sangat mendadak. Ini membuat kami benar-benar repot. Lebih-lebih orang yang pergi itu selama ini mengerjakan tugas yang penting dan pekerjaannya tidak dapat ditangguhkan atau ditinggalkan begitu saja tanpa dikerjakan.
"Sehari sesudah ia pergi, kepala departemen memanggil saya dan menjelaskan kepada saya bahwa ia sudah berbicara secara individual dengan dua eksekutif lain yang bekerja bersama saya, bertanya apakah mereka dapat membagi pekerjaan orang yang pergi tersebut hingga penggantinya didapatkan. 'Tak seorang pun dari mereka menolak mentah-mentah,' ia berkata, 'tetapi masing-masing mengatakan bahwa dirinya sudah sibuk sekali dengan pekerjaan yang mendesak. Saya ingin tahu apakah Anda dapat membantu kami untuk sementara waktu?'

"Sepanjang karier kerja saya, saya sudah belajar untuk tidak menolak apa yang tampak seperti suatu peluang. Jadi saya setuju, dan berjanji melakukan yang terbaik untuk menangani semua pekerjaan orang yang keluar tersebut dan juga menyelesaikan tugas-tugas saya sendiri. Kepala Departemen sangat senang.
"Saya berjalan keluar kantornya dengan mengetahui bahwa saya sudah mengambil tugas yang besar. Saya sama sibuknya dengan dua karyawan lain yang menolak tugas ekstra ini. Akan tetapi saya bertekad menemukan jalan utuk menangani kedua pekerjaan. Saya menyelesaikan pekerjaan saya sendiri siang itu, dan ketika kantor tutup, saya duduk untuk memikirkan bagaimana saya dapat meningkatkan efisiensi pribadi saya. Saya mengambil pensil dan menuliskan tiap gagasan yang muncul.
"Dan, Anda tahu, saya mendapatkan beberapa gagasan yang sangat bagus: seperti, menyusun pengaturan dengan sekretaris saya untuk menyalurkan semua telepon rutin untuk saya selama jam tertentu tiap hari, mengumpulkan semua telepon keluar selama jam tertentu, mengurangi jam rapat saya yang biasa dari lima belas menit menjadi sepuluh menit,memberikan semua dikte saya pada satu kesempatan sekaligus setiap hari. Saya juga melihat sekretaris saya dapat, dan bersemangat, untuk mengambil alih beberapa pekerjaan kecil yang menghabiskan waktu untuk saya.

"Saya sudah berada dalam posisi saya yang sekarang selama dua tahun, dan terus terang, saya heran mendapatkan berapa banyak ketidakefisienan yang saya biarkan masuk.
"Dalam satu minggu, saya mendiktekan surat dua kali lebih banyak dibandingkan sebelumnya, menangani lima puluh persen lebih banyak percakapan telepon, mengikuti rapat satu setengah kali lebih banyak – semua tanpa beban.
"Dua minggu berlalu. Atasan saya memanggil saya ke kantornya. Ia memuji pekerjaan yang baik. Ia melanjutkan dan mengatakan bahwa ia sudah memeriksa beberapa orang baik dari dalam maupun dari luar bank, tetapi ia belum menemukan orang yang tepat untuk pekerjaan yang lowong tersebut. Kemudian ia mengakui bahwa ia sudah membicarakan persoalan terebut dengan para direktur, dan mereka memberinya wewenang untuk menggabungkan kedua pekerjaan, menempatkan keduanya di bawah tanggung jawab saya, dan memberi saya kenaikan gaji yang besar.
"Saya membuktikan kepada diri saya sendiri bahwa berapa banyak yang dapat saya kerjakan bergantung pada berapa banyak saya pikir yang dapat saya kerjakan."

Kapasitas benar-benar merupakan keadaan pikiran.
Setiap hari tampaknya ini terjadi di dalam dunia bisnis yang bergerak cepat. Bos memanggil karyawan dan menjelaskan bahwa suatu tugas khusus harus diselesaikan. Kemudian ia berkata, "Saya tahu Anda sibuk, tetapi dapatkah Anda menangani ini?" Terlalu sering karyawan tersebut menjawab dengan "Maafkan saya, tetapi saya sudah begitu sibuk. Saya berha-rap dapat menerimanya, tetapi saya benar-benar terlalu sibuk."

Dalam keadaan tersebut, bos tidak dapat memaksakan kehendaknya atas karyawan bersangkutan, karena ini memang "tugas ekstra." Akan tetapi, sang bos sadar bahwa tugas harus dilaksanakan, dan ia akan terus mencari hingga ia menemukan karyawan yang sama sibuknya dengan yang lain, tetapi yang merasa ia dapat menerima lebih banyak. Dan karyawan ini adalah orang yang akan maju.
Dalam bisnis, di rumah, di dalam komunitas, dan kombinasi keberhasilan adalah mengerjakan apa -yang Anda kerjakan dengan lebih baik (meningkatkan kualitas keluaran Anda) dan mengerjakan lebih banyak daripada apa yang Anda kerjakan (menaikkan kuantitas keluaran A.nda).
Anda yakin ada imbalannya untuk bekerja lebih banyak dan lebih baik? Kalau begitu, coba prosedur dua langkah ini:

1. Terimalah dengan keinginan yang besar peluang untuk bekerja lebih banyak. Adalah pujian
jika Anda diminta untuk menerima tanggung jawab baru. Menerima tanggung jawab yang lebih besar dalam pekerjaan membuat Anda menonjol, dan memperlihatkan bahwa Anda lebih berharga. Jika tetangga Anda meminta Anda mewakili mereka dalam pertemuan lingkungan, terimalah. Hal ini membantu Anda menjadi pemimpin masyarakat.

2. Berikutnya, berkonsentrasilah pada "Bagaimana saya dapat melakukan lebih banyak?" Jawaban kreatif akan muncul. Beberapa dari jawaban ini mungkin berupa perencanaan dan organisasi yang lebih baik atas pekerjaan Anda yang sekarang, atau pengambilan jalan pintas dalam aktivitas rutin Anda, atau mungkin penghapusan aktivitas yang tidak penting sama sekali. Akan tetapi, biar saya ulangi, pemecahan untuk mengerjakan lebih banyak akan muncul.
Sebagai kebijakan pribadi saya menerima sepenuhnya konsep: Jika Anda menginginkan sesuatu diselesaikan, berikanlah sesuatu itu kepada orang yang sibuk. Saya menolak mengerjakan proyek penting bersama orang yang mempunyai banyak waktu luang. Saya belajar dari pengalaman yang menyakitkan dan mahal bahwa orang yang mempunyai banyak waktu merupakan pasangan kerja yang tidak efektif.
Semua orang sukses dan cakap yang saya kenal adalah orang sibuk. Ketika saya memulai sesuatu, beberapa proyek bersama mereka, saya tahu sesuatu itu akan diselesaikan secara memuaskan.

Saya belajar dalam lusinan kejadian bahwa saya dapat mengandalkan orang sibuk untuk menyelesaikan tugas. Akan tetapi saya sering melihat kekecewaan dalam bekerja bersama orang yang mempunyai "banyak sekali waktu."
Manajemen bisnis yang progresif terus menerus bertanya: "Apa yang dapat kami kerjakan untuk meluaskan keluaran?" Mengapa tidak bertanya kepada diri sendiri, "Apa yang dapat saya lakukan untuk meluaskan keluaran saya?" Pikiran Anda akan secara kreatif memperlihatkan kepada Anda bagaimana caranya.

Dalam ratusan wawancara dengan orang pada segala tingkat, saya membuat penemuan ini: Semakin besar orang bersangkutan, semakin cenderung ia mendorong anda untuk berbicara; semakin kecil orang bersangkutan, semakin cenderung ia meng-khotbahi Anda.
Orang besar memonopoli kegiatan mendengarkan.
Orang kecil memonopoli kegiatan berbicara.

Perhatikan ini pula: Para pemimpin di dalam semua bidang kehidupan menghabiskan jauh lebih banyak waktu meminta nasihat dibandingkan memberikannya. Sebelum seorang pemimpin mengambil keputusan, ia berkata, "Bagaimana menurut Anda tentang hal ini?" "Apa rekomendasi Anda?" "Apa yang akan Anda lakukan dalam keadaan yang sama ini?" "Bagaimana soal ini menurut pendengaran Anda?"

Lihatlah dengan cara ini. Seorang pemimpin adalah mesin manusia pengambil keputusan. Untuk membuat apa pun, Anda harus mempunyai bahan mentah. Dalam mencapai keputusan kreatif, bahan mentahnya adalah gagasan dan saran dari orang lain. Tentu saja jangan mengharapkan orang lain memberikan pemecahan yang siap pakai kepada Anda. Itu bukan alasan utama untuk bertanya dan mendengarkan. Gagasan orang lain membantu menyalakan gagasan Anda sendiri sehingga benak Anda menjadi lebih kreatif.
Belum lama ini saya berpartisipasi sebagai instruktur staf di dalam sebuah kursus manajemen eksekutif. Kursus tersebut terdiri atas dua belas sesi. Salah satu dari pokok-pokok tiap pertemuan adalah diskusi 15 menit dengan salah satu kelompok mengenai topik, "Bagaimana saya memecahkan masalah manajemen yang paling mendesak."

Pada sesi kesembilan, eksekutif yang gilirannya tiba melakukan sesuatu yang berbeda. Bukannya menceritakan bagaimana ia telah memecahkan masalahnya, ia malah mengumumkan topiknya sebagai "Dibutuhkan: Bantuan untuk Memecahkan Masalah Manajemen Paling Mendesak yang Saya Hadapi." Ia dengan cepat menguraikan masalahnya dan kemudian meminta gagasan kepada kelompok mengenai cara memecahkannya. Agar pasti ia mendapatkan catatan lengkap dari tiap gagasan yang diusulkan, ia meminta penulis steno di ruangan tersebut mencatat semua yang diucapkan.

Belakangan saya berbicara dengan orang ini dan memuji pendekatannya yang unik. Komentarnya adalah, "Ada beberapa orang yang sangat pandai di dalam kelompok ini. Saya memutuskan mencoba peruntungan saya. Ada kemungkinan besar sesuatu yang dikatakan oleh seseorang selama sesi tersebut mungkin memberi saya petunjuk yang saya perlukan untuk memecahkan masalah tersebut."
Catatan: eksekutif ini menyajikan masalahnya, kemudian mendengarkan. Dalam melakukannya, ia memperoleh beberapa bahan mentah untuk pengambilan keputusan, dan sebagai keuntungan tambahan, anggota lain dari hadirin menikmati diskusi tersebut karena memberi mereka kesempatan untuk ambil bagian.

Perusahaan yang sukses mengivestasikan uang dalam jumlah besar untuk penelitian konsumen. Mereka menanyakan orang tentang selera, kualitas, ukuran dan penampilan suatu produk. Mendengarkan apa yang dikatakan orang memberikan gagasan yang pasti untuk membuat produk lebih mudah dijual. Kegiatan ini juga memberi saran kepada pengusaha pabrik apa yang harus dikatakan kepada konsumen mengenai produk di dalam iklannya. Prosedur untuk mengembangkan produk yang berhasil adalah dengan mendapatkan sebanyak mungkin opini, mendengarkan orang yang akan membeli produk tersebut, dan kemudian mendesain produk dan promosinya untuk menyenangkan orang-orang ini.

Di dalam sebuah kantor belum lama ini saya melihat sebuah papan tanda yang bertuliskan, "Untuk menjual kepada John Brown apa yang John Brown beli, Anda harus melihat segala sesuatunya melalui mata John Brown." Dan cara untuk berbagi pandangan dengan John Brown adalah dengan mendengarkan apa yang dikatakan oleh John Brown.
Telinga Anda adalah katup pemasukan Anda. Telinga Anda memberi makan pikiran Anda dengan bahan mentah yang dapat diubah menjadi kekuatan kreatif. Kita tidak belajar apa pun dengan berbicara. Akan tetapi tidak ada batas pada apa yang dapat kita pelajari dengan bertanya dan mendengarkan.

Coba program tiga tahap ini untuk menguatkan kreativitas Anda melalui bertanya dan mendengarkan:
1. Dorong orang lain untuk berbicara. Di dalam percakapan pribadi atau di dalam perusahaan, usahakan agar orang berbicara dengan memberi dorongan kecil seperti, "Ceritakan kepada saya tentang pengalaman Anda . . ." atau "Apa menurut Anda yang harus dilakukan mengenai . . .?" "Apa menurut Anda yang merupakan inti persoalan?" Dorong orang lain untuk berbicara dan Anda pun memperoleh kemenangan rangkap dua; pikiran Anda menyerap bahan mentah yang dapat Anda gunakan untuk menghasilkan pikiran yang kreatif dan Anda mendapatkan teman. Tidak ada cara yang lebih pasti untuk membuat orang lain menyukai Anda dibandingkan men-dorong mereka untuk berbicara dengan Anda.

Uji pandangan Anda dalam bentuk pertanyaan. Biarkan orang lain membantu Anda menghaluskan dan memoles gagasan Anda. Gunakan pendekatan apa-pendapat-anda-mengenai-saran-ini. Jangan bersikap dogmatik. Jangan mengumumkan gagasan segar seolah gagasan ita disajikan di atas piring emas. Lakukan sedikit penelitian informal lebih dahulu. Lihat bagaimana kolega Anda bereaksi terhadapnya. Jika Anda melakukannya, kemungkinannya Anda akhirnya akan memperoleh gagasan yang lebih baik.
Berkonsentrasilah pada apa yang dikatakan oleh orang lain. Mendengarkan adalah lebih daripada sekadar menutup mulut. Mendengarkan berarti membiarkan apa yang dikatakan menembus ke dalam pikiran Anda. Begitu sering orang berpura-pura mendengarkan ketika mereka sama sekali tidak mendengarkan. Mereka cuma menunggu lawan bicara berhenti sejenak agar mereka dapat mengambil alih pembicaraan. Berkonsentrasilah pada apa yang dikatakan oleh lawan bicara. Evaluasi apa yang dikatakannya. Begitulah cara Anda mengumpulkan makanan untuk pikiran Anda.

Semakin banyak universitas menawarkan program pelatihan manajemen tingkat lanjutan untuk para eksekutif bisnis senior. Menurut sponsor, keuntungan besar dari program ini bukanlah bahwa para eksekutif tersebut mendapatkan formula yang siap pakai yang dapat mereka gunakan untuk mengoperasikan perusahaan mereka secara lebih efisien. Mereka agaknya mendapatkan manfaat terbesar dari peluang untuk bertukar dan mendiskusikan gagasan baru. Banyak dari program ini mensyaratkan para eksekutif untuk tinggal bersama di dalam asrama. Diringkas menjadi satu kata, para eksekutif memperoleh manfaat terbesar dari stimulasi yang mereka terima.
Setahun yang lalu, saya memimpin dua sesi di sebuah sekolah manajemen penjualan selama satu minggu. Beberapa minggu kemudian saya bertemu dengan seorang teman yang menjadi wiraniaga yang sudah bekerja untuk salah seorang eksekutif penjualan yang pernah mengikuti sekolah tersebut.

"Anda di sekolah itu pasti mengajarkan banyak hal kepada manajer penjualan kami untuk mengelola perusahaan dengan lebih baik," teman muda saya ini berkata. Dengan penasaran, saya bertanya kepadanya perubahan apa yang ia lihat secara khusus. Ia menyebutkan beberapa hal – perbaikan dalam rancangan kompensasi, rapat penjualan dua kali sebulan dan bukan sekali sebulan, kartu nama dan alat tulis yang baru, revisi pada wilayah penjualan – tak satupun yang direkomendasikan secara khusus di dalam program pelatihan tersebut. Manajer penjualan tersebut tidak mendapatkan serangkaian teknik yang siap pakai. Ia memperoleh sesuatu yang jauh lebih berharga – stimulasi untuk memikirkan gagasan yang langsung menguntungkan bagi organisasinya sendiri.
Seorang akuntan muda di sebuah pabrik cat mem-beritahu saya tentang usahanya yang sangat berhasil yang dicetuskan oleh gagasan orang lain.

"Saya tidak pernah terlalu berminat akan bidang real estate," ia berkata kepada saya. "Saya sudah menjadi akuntan profesional selama beberapa tahun dan saya sudah sangat terikat pada pekerjaan saya. Suatu hari, seorang teman saya yang agen real estate mengundang saya dalam jamuan makan siang yang diadakan oleh Asosiasi real estate setempat.
"Pembicara hari itu adalah seorang berusia lanjut yang sudah melihat perkembangan kota. Pembicaraannya adalah tentang 'Dua Puluh Tahun yang akan Datang.' Ia meramalkan bahwa kota tersebut akan terus berkembang jauh ke tanah petanian yang ada di sekelilingnya. Ia juga meramalkan bahwa akan ada permintaan untuk tanah yang luas sekitar 2 hingga 5 hektar – cukup besar bagi usahawan atau kelas profesional untuk mempunyai kolam renang, kuda, kebun dan hobi lain yang memerlukan tempat luas.
"Pembicaraan orang ini merangsang saya. Apa yang ia jabarkan adalah persis seperti yang saya kehendaki. Beberapa hari berikutnya saya bertanya kepada beberapa teman apa pendapat mereka tentang gagasan mengenai seseorang yang mempunyai tanah seluas 5 hektar. Semua orang yang saya tanyakan berkata, 'Saya sangat menyukainya.'

"Saya terus memikirkan hal ini dan berusaha mencari cara bagaimana saya dapat mengubah gagasan ini menjadi laba. Kemudian, suatu hari sewaktu saya mengemudi ke tempat kerja, jawabannya muncul begitu saja. Mengapa tidak membeli sebuah pertanian dan membaginya menjadi beberapa kapling? Saya menghitung tanah itu mungkin bernilai lebih besar dalam beberapa kapling yang relatif kecil ketimbang dalam satu bentangan besar.

"Saya mendapatkan sebidang tanah bekas pertanian seluas 50 hektar dengan harga di bawah £100.000. Saya membelinya, membayar uang muka sepertiga dan mencicil untuk sisanya.
"Berikutnya, saya menamam benih di tempat yang tidak ada pohonnya. Saya melakukan ini karena seorang pengusaha real estate yang menguasai bisnisnya mengatakan kepada saya, "Orang menginginkan pohon sekarang ini, banyak pohon!'
"Saya ingin calon pembeli saya melihat dalam beberapa tahun tanah mereka akan ditutupi dengan pohon-pohon yang indah.
"Kemudian saya meminta juru ukur tanah untuk membagi tanah yang 50 hektar itu menjadi 10 kapling berukuran 5 hektar.
"Sekarang saya siap untuk mulai menjual. Saya sudah menyiapkan daftar alamat pembeli yang potensial. Saya mengedarkannya, menunjukkan bagaimana hanya dengan £30.000 mereka dapat membeli satu kapling tanah. Saya juga menggambarkan potensi untuk rekreasi dan lingkungan yang sehat.
"Dalam enam minggu saya sudah menjual ke 10 kapling tersebut. Pendapatan total £300.000. Biaya total, termasuk tanah, iklan, pengukuran tanah dan biaya lain, £110.000. Laba: £190.000.

"Saya mendapat laba besar karena mau menerima gagasan orang lain yang pandai. Seandainya saya tidak menerima undangan untuk menghadiri jamuan makan siang dengan orang yang sama sekali di luar bidang pekerjaan saya, otak saya tidak akan pernah menyusun rencana yang berhasil menghasilkan laba ini.
Ada banyak cara untuk mendapatkan stimulasi mental ini, tetapi di sini ada dua yang dapat Anda masukkan ke dalam pola kehidupan Anda.

Pertama, bergabunglah dan bertemulah secara teratur setidaknya dengan satu kelompok profesional yang memberikan stimulasi di dalam bidang pekerjaan Anda sendiri. Bergaullah dengan orang lain yang berpikiran sukses. Begitu sering saya mendengar seseorang mengatakan, 'Saya memperoleh gagasan hebat siang ini dalam pertemuan....' atau 'Selama pertemuan kemarin saya terus memikirkan . . .' Ingatlah pikiran yang hanya mendapat makanan dari dirinya sendiri akan segera kekurangan gizi, menjadi lemah dan tidak mampu berpikir kreatif dan progresif. Stimulasi dari orang lain adalah makanan pikiran yang bagus sekali.

Kedua, bergabunglah dan berpartisipasilah dalam setidaknya satu kelompok di luar bidang pekerjaan Anda. Bergaul dengan orang yang mempunyai minat kerja yang berbeda meluaskan pikiran Anda dan membantu Anda melihat gambaran yang besar. Anda akan terkejut bagaimana bergaul secara teratur dengan orang-orang di luar bidang pekerjaan Anda sendiri akan merangsang cara berpikir Anda dalam bidang pekerjaan Anda Gagasan adalah buah dari cara berpikir Anda. Akan tetapi, gagasan harus digunakan dan dipraktekkan agar mempunyai nilai.

Tiap tahun sebatang pohon ek menghasilkan cukup banyak biji untuk memenuhi hutan yang lumayan luas. Namun, dari banyak biji ini mungkin hanya satu atau dua yang akan menjadi pohon. Tupai memakan sebagian besar bijinya, dan tanah yang keras di bawah pohon tidak memberi banyak kesempatan untuk mulai bertumbuh kepada benih yang tersisa.

Begitu pula dengan gagasan. Sedikit sekali yang menghasilkan buah. Gagasan mudah sekali hancur. Jika kita tidak waspada, tupai (orang yang berpikiran negatif) akan menghancurkan sebagian besar gagasan tersbut. Gagasan memerlukan penanganan khusus sejak dilahirkan hingga diubah menjadi cara-cara praktis mengerjakan sesuatu dengan lebih baik. Gunakan tiga cara ini untuk memelihara dan mengembangkan gagasan Anda:

1. Jangan biarkan gagasan lepas. Tuliskan gagasan tersebut. Setiap hari banyak sekali gagasan yang dilahirkan hanya untuk mati dengan cepat karena tidak dituangkan ke atas kertas. Ingatan adalah budak yang lemah dalam melindungi dan memelihara gagasan yang masih sangat baru. Bawa selalu buku catatan atau beberapa kartu kecil bersama Anda. Jika anda mendapatkan suatu gagasan, tuliskanlah. Orang dengan pikiran yang kreatif dan subur mengetahui bahwa gagasan yang bagus dapat muncul setiap waktu di setiap tempat. Jangan biarkan gagasan lepas atau Anda merusak buah dari pikiran Anda. Kurunglah gagasan tersebut.

Berikutnya, tinjau gagasan Anda. Tempatkan gagasan di dalam arsip aktif. Arsip itu dapat disimpan di dalam lemari yang rumit atau dapat berupa meja berlaci. Kotak sepatu juga cukup bagus. Akan tetapi buatlah arsip dan kemudian periksa gudang gagasan Anda secara teratur. Sementara Anda memeriksa gagasan Anda, sebagian mungkin tidak mempunyai nilai sama sekali. Singkirkan gagasan tersebut. Akan tetapi selama suatu gagasan mempunyai harapan, simpanlah terus.
Tanam dan pupuk gagasan Anda. Buatlah gagasan bertumbuh. Pikirkan gagasan tersebut. Kaitkan gagasan tersebut dengan gagasan-gagasan lain yang masih berhubungan. Baca apa saja yang dapat Anda temukan yang entah bagaimana berhubungan dengan gagasan Anda. Selidiki semua sudut. Kemudian, ketika waktunya tiba, buat gagasan itu bekerja untuk diri Anda, pekerjaan Anda, masa depan Anda.

Apabila seorang arsitek memperoleh gagasan untuk suatu gedung baru, ia pun membuat gambar pendahuluan. Apabila ahli periklanan yang kreatif mendapatkan gagasan untuk suatu iklan TV yang baru, ia memproyeksikannya ke dalam serangkaian gambar yang mengesankan bagaimana gagasan tersebut akan tampak dalam bentuk akhirnya. Jika penulis yang mendapat gagasan, ia pun menyiapkan draf pertama.

Catatan: Bentuklah gagasan di atas kertas. Ada dua alasan yang bagus sekali untuk ini. Jika gagasan mengambil bentuk nyata, Anda dapat benar-benar melihatnya, melihat kelemahannya, mendeteksi apa yang perlu dipoles. Kemudian gagasan juga harus 'dijual' kepada seseorang: pelanggan, karyawan, bos, teman, anggota klub, investor. Sesorang harus 'membeli' gagasan tersebut; kalau tidak, gagasan tadi tidak bernilai.

Pada suatu musim panas saya dihubungi oleh dua orang wiraniaga asuransi jiwa. Keduanya ingin mengerjakan program asuransi saya. Keduanya berjanji akan kembali dengan rencana untuk membuat perubahan yang diperlukan. Wiraniaga pertama memberi saya presentasi lisan. Ia memberitahu saya secara lisan apa yang saya perlukan, tetapi saya segera menjadi bingung. Ia menyampaikan rincian pajak, pilihan, jaminan sosial, semua rincian teknis mengenai asuransi. Terus terang ia membuat saya bingung, dan saya harus mengatakannya demikian kepadanya.

Wiraniaga kedua menggunakan pendekatan yang berbeda. Ia membuat rekomendasinya dalam bentuk bagan. Saya dapat memahami proposalnya dengan mudah dan cepat karena saya benar-benar dapat melihatnya. Ia berhasil menjual kepada saya.
Putuskan untuk membuat gagasan Anda dalam bentuk yang dapat dijual. Gagasan yang disajikan dalam bentuk gambar atau diagram memiliki daya jual yang jauh lebih besar daripada gagasan yang dijelaskan hanya dalam bentuk lisan.

Ringkasan, Gunakan Alat-alat Ini dan Berpikirlah Secara Kreatif
1. Percaya bahwa sesuatu dapat dilakukan. Jika Anda percaya sesuatu dapat dilakukan, pikiran Anda akan mencari cara-cara untuk melakukannya. Percaya akan suatu solusi melicinkan jalan menuju solusi.

Hapuskan kata "tidak mungkin," "tidak akan berhasil," "tidak dapat dikerjakan," "tidak ada gunanya mencoba" dari pikiran dan kosakata pembicaraan Anda.

1. Jangan biarkan tradisi melumpuhkan pikiran Anda. Bersikaplah menerima gagasan baru. Lakukan eksperimen. Coba pendekatan baru. Bersikaplah progresif dalam semua yang Anda kerjakan.
2. Bertanyalah kepada diri sendiri setiap hari, "Bagaimana saya dapat bekerja dengan lebih baik?" Tidak ada batas untuk perbaikan diri. Ketika Anda bertanya kepada diri sendiri, "Bagaimana saya dapat bekerja dengan lebih baik jawaban yang tepat pun akan muncul. Cobalah dan lihat hasilnya.
3. Bertanyalah kepada diri sendiri, "Bagaimana saya dapat bekerja lebih banyak?" Kapasitas adalah keadaan pikiran. Mengajukan pertanyaan ini kepada diri sendiri membuat pikiran Anda bekerja mencari jalan pintas yang cerdik.

Kombinasi yang berhasil di dalam bisnis: Kerjakan apa yang Anda kerjakan dengan lebih baik (perbaiki kualitas keluaran Anda), dan: Kerjakan lebih banyak apa yang Anda kerjakan (tingkatkan kuantitas keluaran Anda).

1. Praktekkan bertanya dan mendengarkan. Bertanya dan dengarkan maka Anda pun akan memperoleh bahan mentah untuk mencapai keputusan yang tepat. Ingat: Orang besar memonopoli kegiatan mendengarkan; orang kecil memonopoli kegiatan berbicara.
2. Bentangkan pikiran Anda. Dapatkan stimulasi. Bergaul dengan orang yang dapat membantu Anda memikirkan gagasan baru, cara baru mengerjakan segala sesuatunya. Berbaurlah dengan orang dari minat pekerjaan dan sosial yang berbeda.

Jika bermanfaat, mari kita saling berbagi informasi dengan like dan share.

Data: Dari buku 'Berpikir dan Berjiwa Besar' oleh:David J Schwartz

Enter your email address to get update from Blog dmathholic.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
DMCA.com© 2014. Blog dmathholic - All Rights Reserved | Kompi Ajaib | About Me | Privacy Policy | We Care We Share | Follow Blog |