Blog dmathholic
Berbicara tentang PENDIDIKAN terkhusus MATEMATIKA memberikan MOTIVASI kepada kita semua sebagai PEMBELAJARAN.
Semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua,
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna agar orang banyak mempunyai hidup lebih bernilai.
Terima kasih atas kunjungan atau komentar Anda di Blog dmathholic.

UN Dihapuskan dan Kelulusan Siswa Kembali Kepada Sekolah.


Siapakah orang yang ditunggu pemerintah kita mengatakan 'UN Dihapuskan dan Kelulusan Siswa Kembali Kepada Sekolah' sehingga pemerintah baru mendengar dan mengerti sistem UN sekarang tidak baik bagi pendidikan. Karena sudah banyak yang mengeluarkan pendapat ketidaksetujuan terhadap pelaksanaan UN tetapi pemerintah masih tetap pada pendiriannya. Siapa-siapa sajakah yang sudah mengatakan UN segera dihapuskan atau UN itu tidak baik atau tidak setuju dengan UN tetapi belum di dengar dan disetujui.

Kita mulai dari yang paling fresh, Seorang Mantan Rektor UIN Sunan Gunung Jati Prof Nanat Fatah Natsir mengatakan Ujian Nasional (UN) sebaiknya dihapus dan penentuan kelulusan siswa diserahkan kepada sekolah dan guru karena mereka yang paling memahami kemampuan akademik siswa. "Biarkan sekolah dan guru yang membuat soal dan menguji siswa.[1].

Mayoritas anggota Komisi X sepakat Ujian Nasional karena boros anggaran dan tidak efektif. "Penghapusan UN belum menjadi suara Komisi X, tapi itu suara mayoritas anggota," kata Ketua Komisi X DPR RI Asman Abnur di Batam, Senin. Meski begitu, kata dia melanjutkan, penghapusan UN belum pasti karena harus melalui mekanisme politis.[2]

Ketua Forum Rektor Indonesia Prof Laode M Kamaluddin berpendapat bahwa urgensi ujian nasional perlu direnungkan kembali seiring perkembangan zaman. "Saya menilai UN memang solusi terbaik di era 1960, 1970, 1980, sampai 1990 ketika pendidikan tersentral ke pusat, namun sekarang pendidikan tidak lagi tersentral di pusat," katanya di Semarang, Jumat. Apalagi, menurut Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang itu, hampir semua perguruan tinggi tidak menjadikan hasil UN sebagai faktor dominan dalam menjaring mahasiswa baru. [3]

Penyelenggaraan ujian nasional (UN) 2013 yang diwarnai kekisruhan menguatkan wacana penghapusan UN. Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mendorong Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menghapus UN pada tahun depan. [4]

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku secara pribdi dirinya tidak setuju dengan pelaksanaan Ujian Nasional yang dijadikan sebagai patokan kelulusan para siswa. "Saya secara pribadi memang tidak setuju dengan pelaksanaan ujian nasional," kata Jokowi di Bulungan, Jakarta, Kamis. [5]

Penasihat Ikatan Guru Indonesia (IGI), Itje Chodijah, mengatakan bahwa sekian lama ujian penentu kelulusan ini hanya memenuhi agenda pemerintah untuk melanjutkan proyek dengan aliran dana yang besar. "Kalau dibilang keberhasilan UN itu keberhasilan seperti apa? Lulus semua itu dibilang berhasil? Itu hanya keberhasilan semu. Sejak lama, UN ini sudah gagal," kata Itje saat dijumpai seusai jumpa pers pelaksanaan UN di Kantor ICW, Jakarta, Selasa (16/4/2013). [6]

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini mengalami banyak masalah. Kondisi ini membuat banyak pihak meminta agar pelaksanaan UN dievaluasi kembali. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono termasuk yang menyetujuinya.“Kalau itu kurang membawa manfaat, saya setuju dihapus saja. Tetapi itu kan kembali kepada keputusan pemerintah pusat,” kata Sultan di acara Milad ke 32 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta(UMY), di Kampus Terpadu UMY, Sabtu(20/4/2013). [7]

Wagub DKI Basuki T Purnama atau Ahok adalah salah satu orang yang setuju ujian nasional (UN) dihapuskan. Menurut Ahok, kesuksesan seorang murid tak bisa dinilai dari hasil ujian."Itu kan mau saya pribadi. Saya pikir kalau kunci kesuksesan murid itu bukan ditentukan oleh ujian tapi dari gurunya," kata Ahok di balai kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (17/4/2013). Ahok menyebut pepatah guru kencing berdiri, murid kencing berlari. "Hari ini kompetensi guru kita yang masalah. Banyak sekolah yang terpaksa membayar orang luar untuk nambah bimbingan belajar," imbuhnya.[8]

Dari kelima ciri tes yang baik hanya 2 yang dipenuhi UN, sehingga UN masuk kategori tes yang tidak baik artinya Ujian Nasional masih perlu banyak perbaikan di berbagai aspek agar jangan terlalu banyak pihak yang dirugikan. Salah satu yang perlu diperbaiki adalah masalah biaya disesuaikan dengan hasil yang dicapai, coba biaya 600 Miliar dibuat memperbaiki sekolah yang sudah rusak pasti lebih bermanfaat daripada pelaksanaan UN dan penyaluran soal perlu juga perbaikan karena yang terjadi saat ini ada provinsi yang ditunda pelaksanaan UN-nya karena soal belum sampai.[9]

Kita tunggu siapa berikutnya yang mengutarakan ketidaksetujuan terhadap sistem kelulusan sekarang atau ketidaksetujuan terhadap UN atau Anda termasuk orang yang tidak setuju mari bergabung di kotak komentar Siapa tahu pemerintah lebih mendengar Anda dan langsung menyetujui Anda.

Jika bermanfaat, mari kita saling berbagi informasi dengan like dan share.

Enter your email address to get update from Blog dmathholic.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
DMCA.com© 2014. Blog dmathholic - All Rights Reserved | Kompi Ajaib | About Me | Privacy Policy | We Care We Share | Follow Blog |