Blog dmathholic
Berbicara tentang PENDIDIKAN terkhusus MATEMATIKA memberikan MOTIVASI kepada kita semua sebagai PEMBELAJARAN.
Semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua,
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna agar orang banyak mempunyai hidup lebih bernilai.
Terima kasih atas kunjungan atau komentar Anda di Blog dmathholic.

Tipe Kecerdasan Anak Yang Harus Kita Pahami

matematika motivasiHoward Gardner dalam bukunya yang berjudul “Multiple Intelligences” mengatakan bahwa skala kecerdasan yang selama ini dipakai ternyata memiliki banyak keterbatasan sehingga kurang dapat meramalkan kinerja yang sukses untuk masa depan seseorang. Gambaran mengenai spektrum kecerdasan yang luas telah membuka mata para orangtua maupun guru tentang adanya wilayah-wilayah yang secara spontan akan diminati oleh anak-anak dengan semangat yang tinggi. Dengan demikian, masing-masing anak tersebut akan merasa pas menguasai bidangnya masing-masing. Bukan hanya cakap pada bidang tersebut yang memang sesuai dengan minatnya, namun juga akan sangat menguasainya sehingga menjadi amat ahli.

Menurut Gardner, kecerdasan seseorang meliputi unsur-unsur:
* Kecerdasan matematika – logika
* Kecerdasan bahasa
* Kecerdasan musikal
* Kecerdasan visual spasial
* Kecerdasan kinestetik
* Kecerdasan inter-personal
* Kecerdasan intra-personal
* Kecerdasan naturalis


Kecerdasan Matematika–Logika

sendiri memuat kemampuan seseorang dalam berpikir secara induktif dandeduktif, kemampuan berpikir menurut aturan logika, memahami dan menganalisis pola angka-angka serta memecahkan masalah dengan menggunakan kemampuan berpikir. Anak-anak dengan kecerdasan matematika-logika tinggi cenderung menyenangi kegiatan menganalisis dan mempelajari sebab-akibat terjadinya sesuatu. Ia menyenangi berpikir secara konseptual, yaitu misalnya menyusun hipotesis, mengadakan kategorisasi dan klasifikasi terhadap apa yang dihadapinya. Anak-anak semacam ini cenderung menyukai aktivitas berhitung dan memiliki kecepatan tinggi dalam menyelesaikan problem matematika. Apabila kurang memahami, maka mereka akan cenderung untuk bertanya dan mencari jawaban atas hal yang kurang dipahami tersebut. Anak-anak ini juga sangat menyukai berbagai macam permainan yang banyak melibatkan kegiatan berpikir aktif, seperti: catur, bermain teka-teki, dan sebagainya.


Kecerdasan Bahasa

memuat kemampuan seseorang untuk menggunakan bahasa dan kata-kata, baiksecara tertulis maupun lisan dalam berbagai bentuk yang berbeda untukmengekspresikan gagasan-gagasannya.Anak-anak dengan kecerdasan bahasa yang tinggi, umumnya ditandai dengankesenangannya pada kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan suatubahasa seperti: membaca, menulis karangan, membuat puisi, menyusunkata-kata mutiara, dan sebagainya. Anak-anak seperti ini juga cenderungmemiliki daya ingat yang kuat misalnya terhadap nama-nama seseorang,istilah-istilah baru maupun hal-hal yang sifatnya detail. Merekacenderung lebih mudah belajar dengan cara mendengarkan dan verbalisasi. Dalam hal penguasaan suatu bahasa baru, anak-anak ini umumnya memilikikemampuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak lainnya.


Kecerdasan Musikal

memuat kemampuan seseorang untuk peka terhadap suara-suara non verbal yang berada di sekelilingnya, termasuk dalam hal ini adalah nada irama. Anak-anak jenis ini cenderung senang sekali mendengarkan nada dan irama yang indah, apakah itu melalui senandung yang dilagukannya sendiri, mendengarkan kaset, radio, pertunjukkan orkestra atau alat musik yang dimainkannya sendiri. Mereka juga lebih mudah mengingat sesuatu dan mengekspresikan gagasan-gagasannnya apabila dikaitkan dengan musik.


Kecerdasan Visual Spasial

memuat kemampuan seseorang untuk memahami secara lebih mendalam mengenai hubungan antara obyek dan ruang. Anak-anak ini memiliki kemampuan misalnya untuk menciptakan imajinasi bentuk dalam pikirannnya, atau kemampuan untuk menciptakan bentuk-bentuk tiga dimensi seperti dijumpai pada orang dewasa yang menjadi pemahat patung atau arsitek suatu bangunan. Kemampuan membayangkan suatu bentuk nyata dan kemudian memecahkan berbagai masalah sehubungan dengan kemampuan ini adalah hal yang menonjol pada jenis kecerdasan visual spasial ini. Anak-anak demikian akan unggul dalam permainan mencari jejak pada suatu kegiatan di kepramukaan misalnya.


Kecerdasan Kinestetik

memuat kemampuan seseorang untuk secara aktif menggunakan bagian-bagian atau seluruh tubuhnya untuk berkomunikasi dan memecahkan berbagai masalah. Hal ini dapat dijumpai pada anak-anak yang unggul pada salah satu cabang olah raga, seperti misalnya: bulu tangkis, sepak bola, tenis, renang, basket, dan sebagainya. Atau bisa pula tampil pada anak-anak yang pandai menari, terampil bermain akrobat atau unggul dalam bermain sulap.


Kecerdasan Inter-personal

menunjukkan kemampuan seseorang untuk peka terhadap perasaan orang lain. Mereka cenderung untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain, sehingga mudah dalam bersosialisai dengan lingkungan di sekelilingnya. Kecerdasan semacam ini juga sering disebut sebagai kecerdasan sosial, dimana seorang anak mampu menjalin persahabatan yang akrab dengan teman-temannya, juga termasuk kemampuan seperti memimpin, mengorganisasi, menangani perselisihan antar teman, memperoleh simpati dari anak yang lain, dan sebagainya


Kecerdasan Intra-personal

menunjukkan kemampuan seseorang untuk peka terhadap perasaan dirinya sendiri. Ia cenderung mampu ntuk mengenali berbagai kekuatan mapun kelemahan yang ada pada dirinya sendiri. Anak-anak semacam ini senang melakukan introspeksi diri, mengoreksi kekurangan maupun kelemahannnya, kemudian mencoba untuk memperbaiki diri. Beberapa diantaranya cenderung menyukai kesunyian dan kesendirian, merenung dan berdialog dengan dirinya sendiri.


Kecerdasan Naturalis

yaitu kemampuan seseorang untuk peka terhadap lingkungan alam. Misalnyasenang berada di lingkungan alam yang terbuka seperti pantai, gunung, cagar alam, hutan, dan sebagainya. Anak-anak dengan kecerdasan seperti ini cenderung suka mengobservasi lingkungan alam seperi aneka macam bebatuan, jenis-jenis lapisan tanah, aneka macam flora dan fauna, benda-benda di angkasa, dan sebagainya. Melalui konsepnya mengenai kecerdasan multiple atau kecerdasan ganda ini, Gardner ingin mengoreksi keterbatasan cara berpikir yang konvensional mengenai kecerdasan. Dimana kecerdasan seolah-olah hanya terbatas pada apa yang diukur oleh beberapa test intelegensi yang sempit saja, atau sekedar melihat prestasi yang ditampilkan seorang anak melalui ulangan maupun ujian di sekolah belaka.

Teori Gardner ini kemudian dikembangkan dan juga semakin dilengkapi oleh para ahli lain. Di antaranya adalah Daniel Goleman melalui bukunya yang terkenal “Emotional Intelligence” atau Kecerdasan Emosional.
Dari ke tujuh spektrum kecerdasan yang dikemukakan oleh Gardner di atas, Goleman mencoba memberi tekanan pada aspek kecerdasan intra-personal atau antar pribadi. Inti dari kecerdasan ini adalah mencakup kemampuan untuk membedakan dan menanggapi dengan tepat suasana hati, temperamen, motivasi dan hasrat keinginan orang lain. Namun menurut Gardner kecerdasan antar pribadi ini lebih menekankan pada aspek kognisi atau pemahaman. Sementara faktor emosi atau perasaan kurang diperhatikan. Padahal menurut Goleman, faktor emosi ini sangat penting dan memberikan suatu warna yang kaya dalam kecerdasan antar pribadi.

Jika bermanfaat, mari kita saling berbagi informasi dengan like dan share.

Enter your email address to get update from Blog dmathholic.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
DMCA.com© 2014. Blog dmathholic - All Rights Reserved | Kompi Ajaib | About Me | Privacy Policy | Follow Blog |