Penerimaan Siswa Baru Asrama Yayasan Soposurung (Yasop) T.P 2015/2016

Asrama Yayasan Soposurung (Yasop) yang terletak di Jl. Dr. Adrianus Sinaga Soposurung - Balige, Kabupaten Toba Samosir 22312 Telp/Fax. (0632) 21496 untuk T.P 2015/2016 mulai hari ini (01-02-2015) membuka pendaftaran penerimaan siswa baru, apa-apa saja yang diperlukan atau syarat-syratanya mari kita simak dibawah ini.

INFORMASI SPSB YASOP T.P 2015/2016

PERSYARATAN
  1. Umum
    • Warga Negara Indonesia
    • Siswa Kelas III SMP/sederajat T.P 2014/2015
    • Sehat jasmani dan rohani
  2. Khusus
    • Bersedia mengikuti tahapan seleksi yang dilaksanakan panitia.
    • Bersedia tinggal di asrama selama mengikuti pendidikan di SMAN 2 Balige dan sanggup mematuhi peraturan, tata tertib asrama dan sekolah
  3. Akademik
    • Nilai rapor untuk semua mata pelajaran harus tuntas (memenuhi standar KKM sekolah yang bersangkutan) dari semester 1 s/d 5.
PENDAFTARAN
  1. Pendaftaran dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:
    • II. DAFTAR LANGSUNG
      • Tanggal : 11 Maret 2015 - 14 Maret 2015 (hari kerja)
      • Waktu : 09.00 - 12.00 WIB & 13.30 - 17.00 WIB
      • Tempat : Aula Asrama Yayasan Soposurung Balige (info)
        Kelengkapan :
        • Formulir pendaftaran yang telah diisi, download
        • Fotocopy raport semester I-V yang dilegalisir (rangkap satu)
        • Pasfoto warna terbaru ukuran 3 x 4 sebanyak 2 (dua) lembar
        • Semua berkas dimasukkan ke dalam Map warna merah
  2. Biaya
  3. Pendaftaran dikenakan biaya sebesar Rp 110.000,-
TAHAPAN SELEKSI
  1. Seleksi Tahap I
    • Tes Akademik (Matematika, Bahasa Inggris, IPA)
    • Seleksi Tahap I akan dilaksanakan pada:
      • Hari/Tanggal: Sabtu, 28 Maret 2015
      • Waktu : Pukul 09.00 - 14.30 WIB
      • Tempat : SMAN 2 Balige (info)
    • Peserta yang lulus Seleksi Tahap I berhak mengikuti Seleksi Tahap II
  2. Seleksi Tahap II
    1. Meliputi Tes Psikologi, Tes Kesehatan, Tes Kesamaptaan dan Tes Wawancara
    2. Pelaksanaan Seleksi Tahap II akan diberitahukan kemudian bersamaan dengan pengumuman hasil Seleksi Tahap I
CATATAN KHUSUS
Setiap pendaftar harus memberikan data/informasi yang benar, apabila dikemudian hari panitia menemukan ada manipulasi data maka peserta akan dinyatakan gugur dalam proses seleksi.
Yasop

Data: spsb.yasop.org/
Telp: (0632) - 21496*
HP: 0853.5825.9916* (Bp. Mekar Sinurat)
Email: spsb@yasop.org atau contact@yasop.org
*)aktif 08.00 s/d 17.00 WIB;
#A3

Korsa atau Korsa dan Korsa

Korsa, Korsa, Korsa,… adalah teriakan anak-anak setiap pagi sambil berlari berkelompok sebelum melakukan senam pagi atau pada saat olahraga sore. Bukan hanya saat olahraga, saat berlatih bersama, saat acara resmi, atau saat dihukum, selama dilakukan secara bersamaan maka kata korsa akan mereka teriakkan dengan lantang.

Untuk orang biasa like me, kata korsa ini akan terasa sangat asing. Rasa penasaran mengangkat tangan saya untuk memanggil salah satu siswa dan menanyakan apa itu korsa?, jawaban siswa sangat sederhana “korban sama-sama”. Lalu saya coba panggil siswa yang lain dengan harapan dapat jawaban yang memuaskan dan ternyata hasilnya tetap belum memuaskan.
Cerita singkat diatas terjadi sekitar dua tahun yang lalu ketika baru penempatan mengajar di SMA Negeri 2 Lintongnihuta dan korsa menjadi sesuatu yang akrab di telinga ini karena sampai sekarang saya masih di SMA Negeri 2 Lintongnihuta.

Belum ada jawaban yang memuaskan tentang apa itu korsa sampai salah satu TV swasta di Indonesia menanyangkan acara cakrawala yang mengangkat topik tentang Latihan Kopassus. Pada acara itu banyak hal yang disampaikan dan salah satunya adalah tentang korsa.

Dalam dunia militer jiwa korsa adalah ruh bagi seorang prajurit, jiwa korsa atau ikatan persaudaraan merupakan faktor utama yang menentukan berhasil tidaknya sebuah operasi tempur. Untuk mempertebal jiwa korsa atau Esprit De Corps butuh pembinaan yang lama.

Jenderal Purn. Hendropriyono mantan Kepala BIN yang hadir sebagai narasumber menyampaikan bahwa Jiwa korsa itu adalah suatu keadaan kejiwaan dari orang yang dipupuk dan dibina, meskipun secara takdir jiwa korsa itu memang sudah ada, tapi untuk memperkuat, memperbesar dan mempertebal rasa jiwa korsa itu perlu pembinaan dan pembinaan itu tidak bisa seketika.

Pasukan khusus seperti kopassus jiwa korsa yang tebal terbentuk sejak seorang prajurit masuk dalam satu kesatuan corps baret merah.

Letjen Purn. Sutiyoso, Mantan Wakil Danjen Kopassus, yang turut hadir juga sebagai narasumber menyampaikan bahwa satuan itu atau anggota prajurit itu makin sulit masuk di suatu unit dan dilatih secara berat dan seleksi secara ketat, dia makin tebal rasa jiwa korsanya. Di Kopassus, di pasukan elit juga dikembangkan rasa kebersamaan, rasa senasib dan sepenanggungan, kesetiakawanan dan kesetiaan terhadap atasannya di pupuk dan dibina terus.

Perasaan ikatan persaudaraan diantara sesama prajurit Kopassus sangat dibutuhkan dalam operasi tempur Kopassus yang khas dan beresiko tinggi.

Jenderal Purn. Hendropriyono kembali menekankan bahwa jika prajurit kamu tanpa kamu tekan-tekan sudah melaksanakan kewajibannya, artinya dengan Esprit De Corps yang begitu kuat, anak-anak langsung jalan sendiri tanpa ada yang printah, jika kita tanya “dia akan katakan panggilan hati nurani saya”. Didalam ilmu filsafat disebut bisikan hati nurani yang bisa cepat keluar apabila sesorang itu mempunyai perasaan cinta.
Pembinaan yang lama dengan materi pendidikan yang berat, bahkan terkadang terkesan menyiksa membuat jiwa korsa di kalangan prajurit Kopassus demikian tebalnya.

Sebagai tambahan setelah googling Jiwa korsa dipercaya berasal dari istilah Esprit De Corps yang diperkenalkan oleh ahli perang ulung asal Perancis Napoleon Bonaparte. Berdasarkan definisi dari kamus Bahasa Inggris terpercaya Merriam Webster, definisi Esprit De Corps adalah “the common spirit existing in the members of a group and inspiring enthusiasm, devotion, and strong regard for the honor of the group”
(semangat yang dimiliki setiap anggota kelompok dan mengobarkan semangat yang besar, kesetiaan, serta bakti yang kuat akan kehormatan kelompok).

Istilah esprit de corps sendiri di perkenalkan oleh Naopoleon Bonaparte dalam sebuah perang, dimana dia menekankan bahwa dalam sebuah pasukan harus ada rasa yang kuat untuk saling membantu, melindungi, menjaga, dan membela kehormatan sesama anngota pasukan. Mereka ibarat satu tubuh, jika satu bagian tubuh terluka maka yang lain akan merasakan.

Akhir kata setelah menyimak artikel diatas pertanyaan tentang korsa beberapa tahun lalu terjawab sudah. Korsa itu bukan hanya milik kemiliteran atau sekolah tertentu karena secara takdir kita masing-masing sudah memiliki jiwa korsa maka kita tinggal menambah, memperkuat dan mempertebal jiwa korsa yang baik dalam lingkungan, organisasi atau kelompok dimana kita berada.(dmathholic)

#A3

Inikah Tipe Guru yang Tidak Akan Dilupakan Siswanya?

Tipe Guru disekolah itu beraneka ragam apalagi nama-nama guru lengkap dengan 'gelar'nya. Karena banyaknya guru sehingga tidak jarang siswa cepat lupa kepada gurunya kecuali guru tersebut punya keahlian khusus atau ciri tersendiri. Mungkin beberapa tipe guru dibawah ini kita sepakati (tidak sepakat juga tidak apa-apa) menjadi tipe guru yang tidak akan dilupakan siswanya, mari kita mulai dari tipe yang pertama dan seterusnya;

1. Guru Cantik yang Bikin Siswa Nggak Konsen
SAAT upacara bendera di Senin pagi, kepala sekolah memperkenalkan aka nada guru baru. Awalnya sih underestimate. “Paling seperti guru yang lain,” pikirku.

Tapi saat guru baru itu naik podium untuk memperkenalkan diri, “Wow, cantiknya. Dia tampak bersinar…”

Guru cantik itu kemudian masuk di kelas. Suasana kelas yang panas, tiba-tiba berasa sejuk saat doi masuk. Ada angin sepoi yang masuk lewat ventilasi. Ada aroma wangi yang menyergap lewat jendela.

Dan saat guru cantik ini mulai bicara, suaranya terdengar merdu. Saat dia tersenyum, senyumnya seperti Katrina Kaif. Dan saat ia berjalan di depan kelas, dia seperti Putri Indonesia yang berjalan di catwalk.

Yang aneh, kehadiran guru cantik bisa bikin siswa yang biasanya berisik di kelas, langsung disergap senyap. Tiba-tiba mereka taubat nasuha menjadi siswa baik. :-p

2. Guru Ganteng yang Bikin Siswinya Caper
SELAIN guru cantik, guru ganteng juga bisa memporak-porandakan dunia persilatan. Bedanya, kalau guru cantik disukai siswa laki-laki maupun perempuan, guru ganteng hanya jadi idoal siswa perempuan tapi jadi musuh siswa laki-laki (kompetitor berat).

Kehadiran guru ganteng juga bisa membuat kelakuan siswi di sekolah berubah. Mereka menampakkan diri jadi lebih dewasa dari biasanya.

3. Guru Sepuh yang Nggak Pernah Marah
Dia sudah hampir pensiun. Rambutnya sudah memutih. Kacamatanya tebal. Cara ngajarnya pun pelan. Bahkan suaranya hampir tidak terdnegar dari belakang.

Tapi dia guru yang baik, tidak pernah marah di kelas. Saat ada siswa yang bingung dia akan bombing dengan tekun. Kalau ada satu pertanyaan, dia akan menjawab dengan seribu jawaban.

4. Guru Baik Hati yang Suka Traktir
Meskipun gaji guru (dulu masih) kecil, ternyata ada guru yang murah hati traktir siswa. Awalnya sih kebetulan. Tapi, kadang itu jadi kebiasaan. Begitu guru baik ini masuk kantin, belasan siswa nimbrung ikut-ikutan makan.

Setelah selesai makan, siswa memasang wajah memelas. Tampangnya distel sebagai warga negara paling tertindas.

Apa boleh buat, guru baik ini harus mbayari lagi.

5. Guru Inovatif
Di sebuah sekolah, biasanya ada guru yang bisa membuat kelasnya begitu menyenangkan. Dia berinovasi membuat kelas seperti tempat bermain.

Kadang dia suka ngajak ke laboratorium membuat ini itu. Kadang dia ajak siswa ke lapangan untuk mengamati ini dan itu.

6. Pembina Pramuka yang Mau Diajak Camping
Saat pelantikan pengurus OSIS, kamu buat acara malam di sekolah. Untuk memastikan acara berjalan lancar, ada guru yang siap sedia menemani kalian di sekolah. Dia rela bergadan untuk awasi kalian. Kalaupun dia gak kuat menahan kantuk, dia Cuma tidur di sofa ruang tamu.

Lain waktu, kalian buat pelantikan bantara di gunung. Letaknya lumayan jauh juga dari sekolah. Biar sangar, kendaraan yang dipakai pun bukan bis, tapi truk terbuka. Guru yang satu ini juga gak keberatan ikutan naik gunung. Dia bersusah payah meniti jalan naik turun di hutan.

Kenangan yang paling susah dilupakan adalah saat malam hari kalian bikin api unggun. Acaranya bakar-bakar dan pentas seni. Di luar dugaan, dia ikut sibuk nyapkan jagung. Saat pentas seni, dia juga menyumbangkan sebuah lagu dengan iringan gitar akustik.
Tipe Guru
7. Guru Seni yang Pinter Nyanyi
Guru seperti ini biasanya tampak hebat saat ada acara perpisahan. Sebagai orang yang punya talent di bidang seni, dia jadi orang sibuk. Dia ikut nata panggung, urus sound system, bahkan nyusun acara.

Saat acara dimulai, dia pun menyumbag beberapa lagu.

8. Wali Kelas yang Rajin Home Visit
Di luar dugaan, saat kalian seminggu nggak masuk sekolah setelah jatuh dari motor, ada guru yang datang ke rumah.

Guru itu memarkrir motornya di halaman rumah, salaman dengan kedua orang tua, bahkan ngobrol sampai berjam-jam.

Saat itulah kalian lihat, sifatnya di sekolah ternyata berbeda dengan ketika di rumah. dia lebih humoris daripada biasanya.

9. Guru IPA yang Jadul Tapi Jenius
Ada guru yang suka pakai stelan tahun 80-an. Kacamatanya tebal. Rambutnya belah tengah sejak dulu.

Tapi di balik penampilannya yang jadul, ternyata dia punya hobi baca yang luar biasa. Saat kalian mulai ngobrol dengan dia, kalian baru rasakan dia punya pengetahuan tentang astronomi, filsafat, bahkan sepak bola.

10. Guru BK yang Nyaman Buat Curhat
Ada beberapa guru BK di sekolah. Tapi nggak tahu kenapa, guru BK yang satu ini lebih nyaman diajak cerita.

Awalnya kalian ngobrol sama guru ini karena telat masuk. Tapi lama kelamaan, kalian malah curhat tentang kondisi keluarga. Lama kelamaan kalian juga cerita tentang hubungan asmara.

Yang aneh, di depan guru seprti ini kalian nggak canggung buat nangis. Kalian bisa mewek di depannya dengan nyaman.

11. Guru Killer yang Suka Nyuruh Lari Keliling Lapangan
Selain guru “protagonis”, ada juga guru “antagonis” yang selalu dikenang siswanya. Salah satunya guru killer.

Ini jenis guru yang suka pasang tampang serem saat di kelas. Dia masuk kelas tepat waktu. kalau ada sisw ayang telat masuk dia bakal bilang “Tutu pintu dari luar!”

Nah, guru ini juga suka nyuruh siswa lari keliling lapangan, berjemur di lapangan saat tengah hari, bahkan push up.

Waktu dihukum sih rasanya dongkol. Tapi setelah lulus, rasanya kangen juga sama guru yang satu ini. Pengin main ke rumahnya dan push up di depannya.

12. Guru Jomblo yang Suka Nyepik Siswinya
Ada guru muda. dia masih jomblo. Nggak tahu kenapa, saat ngajar pandangan matanya tertuju ke salah satu siswi.

Bukan Cuma itu, sesekali guru muda yang satu ini juga makan siang bareng di kantin. Bahkan dia rela pulang sore saat si siswi cantik ikutan ekstrakurikuler.

Anda punya tipe guru lain selain yang disebutkan diatas, atau tipe yang mana dari guru Anda yang masih diingat. Mari berbagi kisah di dunia yang hampir nyata ini.(dmathholic)

#A3

Salahkah Guru (Saya) Jika Tidak Mengajari 9 Cara Menghitung Ini!

Salahkah Guru (Saya) Jika Tidak Mengajari 9 Cara menghitung Ini! adalah pertanyaan sederhana yang terlintas dalam benak saya ketika membaca artikel di cerpen.co.id dan mungkin kita punya jawaban yang berbeda-beda. Pada cerpen.co.id judul aslinya "Salahkan Gurumu Jika Mereka Tidak Mengajari 9 Cara menghitung Ini!".

Mencari siapa yang salah adalah pekerjaan yang sangat mudah, seperti apa yang dikatakan Albert Einstein “Orang cerdas memecahkan masalah; sementara orang jenius mencegah masalah”. Hubungan sederhananya “Orang cerdas memperbaiki kesalahan; sementara orang jenius mencegah kesalahan”, sehingga orang yang mencari siapa yang salah bukan kategori orang cerdas atau orang jenius.

Membuat judul tulisan dengan bahasa kontroversial adalah trik sederhana dalam menarik pembaca, tetapi bahasa yang menyudutkan oknum atau golongan tertentu kalau masih bisa sebaiknya dihindari. Mungkin salah satu judul alternatif berikut bisa jadi pilihan "Dengan 9 cara menghitung ini Matematika lebih mudah" atau "Jika tidak mengetahui 9 cara menghitung ini! matematika seakan menakutkan" dan ...

Dengan judul "Salahkan Gurumu Jika Mereka Tidak Mengajari 9 Cara menghitung Ini!" maka semua guru di Indonesia ini salah; Salah satu alasannya adalah karena tidak mungkin seorang siswa mendapat 9 cara berhitung itu diperoleh pada satu tahun tingkatan pendidikan.

Bagaimana trik menghitung yang dijelaskan itu dapat kita simak dibawah ini, untuk beberapa orang trik ini bukanlah hal yang baru. Mari kita simak trik menghitungnya siapa tahu Anda menyukainya, karena orang yang merasa matematikanya jelek perlu belajar ini;

Matematika sering membuat orang sakit kepala, angka-angka yang mudah ternyata sanggup membuat banyak hasil yang rumit, benar-benar sulit dipercaya. Tapi ketika menyelesaikan permasalahan yang ribet dan tidak sanggup menyelesaikannya, lihat cara dibawah ini, pasti kamu akan menjadi pecinta matematika.

1. Menggunakan jarimu untuk menghitung perkalian 6,7,8,9.
Kalau mau menghitung jawaban dari 7x8, bisa menghitung dengan cara ini: 10-7=3, jadi 3 jari di tangan kirimu adalah angka satuan, 2 jari di tangan kananmu jugaa adalah angka satuan. 2x3=6, jadi jawabannya untuk angka satuan adalah 6, jadi jari dibawah ditambahkan (2+3) adalah 5, jadi angka puluhan adalah 5. Jawabannya adalah 56.
Matematika Kreatif (1)
2. Cara menghitung dalam hati dengan mudah.
Matematika Kreatif (2)
3. Kelipatan sembilan sangatlah teratur.
Matematika Kreatif (3)
4. Pertambahan dan perkalian dari penyebut dan pembilang.
Matematika Kreatif (4)
5. Bagaimana memecahkan 32x11.
Matematika Kreatif (5)
6. Pi = 3,1415926,
Orang di luar negeri akan menghafalnya dengan "May I Have A Large Container of Coffe" caranya adalah dengan menghitung jumlah abjad per kata.
Matematika Kreatif (6)
7. Menghitung persentasi.
Ketika kamu ingin menghitung 40%x300, kamu bisa langsung menghitung 4x30=120. Hilangkan 1 angka 0 nya, dalam beberapa detik kamu sudah tahu jawabnya.
Matematika Kreatif (7)
8. Hubungan antara Celcius dan Farenheit
Farenheit = Celcius x 1.8 +32
Matematika Kreatif (8)

9. Bagaimana membedakan lebih besar dari dan lebih kecil dari
Matematika Kreatif (9)
Lain kali ketika menghitung, bisa gunakan cara diatas. Untuk cara lain dalam teknik kreatif lain dalam menghitung, dapat Anda simak pada Matematika Kreatif. Semoga dapat bermanfaat.(dmathholic)

#A3

Kebijakan Perubahan Ujian Nasional 2015 (Lengkap)

Ujian Nasional 2015 yang akan berlangsung 13-15 April 2015 untuk SMA/SMK/sederajat dan 4-6 Mei 2015 4-7 Mei 2015 untuk SMP/sederajat sangat penuh dengan kejutan. Meskipun belum dikeluarkannya Perubahan PP dan Permen atau POS Final terkait Pelaksanaan UN 2015, tetapi gambaran UN 2015 sudah dipaparkan oleh oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, di kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (23/1/2015). Konsep UN 2015 ini luar biasa bagusnya dan dari konsep ini saya takut nantinya akan bernasib sama seperti kurikulum 2013. Dimana konsep kurikulum 2013 yang sangat baik tetapi sosialisai yang singkat menghasilkan chaos.

UN 2015 juga sama, konsepnya juga sangat baik. Jika ditinjau dari waktu sosialisasi sampai pada pengumuman hasil, waktu yang ada sangat singkat dan konsep UN yang sangat bagus ini sudah mulai dilaksanakan untuk TP. 2014/2015. Mudah-mudahan kemdikbud sekarang lebih profesional dari pada kemdikbud pada pemerintahan sebelumnya, jika tidak kemdikbud yang sekarang akan mendapat serangan balik dengan serangan "UN 2015 belum matang dan terkesan buru-buru". Kemdikbud sebelumnya diserang dengan ""Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang setengah matang dan dipaksakan untuk dijalankan di seluruh Indonesia".

Bagaimana Kebijakan Perubahan Ujian Nasional 2015, mari kita simak;
1. Rencana Strategis Perubahan Ujian Nasional
Kemdikbud menyadari bahwa peningkatan mutu layanan pendidikan membutuhkan penilaian berbagai indikator kinerja. Ujian Nasional adalah salah satu indikator dari 8 Standar Nasional Pendidikan.
Masih ada berbagai alat ukur lain yang digunakan oleh Kemdikbud, antara lain:
  • UKG [Uji Kompetensi Guru] – menilai kemampuan pedagogik dan kompetensi keilmuan guru
  • INAP [Indonesia National Assessment Program] – ukuran mutu tingkat sekolah
  • PISA [Programme for International Student Assessment] – pengukuran capaian kinerja siswa skala internasional
  • dan lain-lain
Kemdikbud mengajak semua pihak untuk mengubah fokus kita dari sekadar soal nilai dan hasil kelulusan Ujian Nasional menjadi pemanfaatan berbagai indikator kinerja yang ditangkap oleh berbagai alat ukur untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Tujuan Ujian Nasional: Menilai pencapaian standar kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu secara nasional

Potensi Kegunaan Ujian Nasional
Hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk:
  • pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan;
  • dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya;
  • pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan;
  • penentuan kelulusan dari satuan pendidikan

Rencana Perubahan
  • Ujian Nasional TIDAK untuk kelulusan [kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh sekolah]
  • Ujian Nasional dapat ditempuh BEBERAPA KALI [untuk memperbaiki pencapaian terhadap standar]
  • Ujian Nasional wajib diambil MINIMAL satu kali [mulai 2016, dilakukan lebih awal untuk memberi waktu perbaikan opsional]
Skema UN 2015


Rencana Perbaikan
  • Peningkatan mutu soal : mendorong deep learning, soal yang kontekstual
    [budaya, sosio-antropologis, lingkungan]
  • Disertai dengan survei dan kuesioner : untuk mengidentifikasi faktor pengaruh terhadap capaian
  • Surat Keterangan Hasil UN lebih lengkap dengan levelling : untuk menggambarkan capaian kompetensi siswa
  • Penggunaan CBT [computer-based test] : agar lebih fleksibel dan handal

Ujian Nasional yang Berkualitas
  • Soal yang baik
  • Pelaksanaan yang jujur dan kredibel
  • Pemanfaatan hasil untuk peningkatan mutu pendidikan berkelanjutan
  • Tepat mutu, tepat waktu, tepat jumlah, tepat sasaran

Langkah-langkah Kebijakan Computer-Based Test
Computer-Based Test bermanfaat untuk:
  • meningkatkan mutu, fleksibilitas dan kehandalan Ujian Nasional
  • memperlancar proses pengadaan Ujian Nasional
  • hasil yang lebih cepat dan detail kepada siswa, orangtua dan sekolah
Pada tahun 2015 akan dilakukan perintisan/piloting Ujian Nasional – CBT dengan target beberapa sekolah pada setiap jenjang di setiap propinsi.
Pada tahun-tahun berikutnya CBT akan dilakukan dengan cakupan lebih luas di 34 propinsi pada jenjang: SMP/MTs, SMA/MA, SMK, Paket B dan C
Soal Computer-Based Test sama/setara dengan Paper-Based Test.

Peta Jalan Perubahan
  • UN untuk membentuk generasi pembelajar yang berintegritas
  • UN menjadi kebutuhan pemetaan [diagnostik] bagi siswa, orangtua, guru, sekolah, pemerintah dan masyarakat
  • Tahun 2015: [UN tidak untuk kelulusan; UN dapat diulang pada tahun berikutnya; SKHUN yang lebih bermakna; Pengenalan CBT]
  • Tahun 2016-2018: [UN dilakukan pada awal semester akhir; UN dapat diulang pada tahun yang sama]
  • Tahun 2019-2020: [Sekolah dan guru dapat mengarahkan potensi siswa secara lebih baik; UN CBT dilakukan secara luas dan terbentuk testing center di daerah; UN dapat dilakukan dengan jadwal yang lebih fleksibel]
2. Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional
Format hasil UN 2015

Isi Surat Keterangan Hasil / Laporan Ujian Nasional
  • Nilai tes
  • Kategorisasi/levelling dan deskripsi
  • Diagnostik untuk perbaikan
Untuk sekolah dan pemerintah daerah, ditambahkan:
  • Konteks: posisi terhadap rerata siswa yang lain di sekolah, daerah maupun nasional
  • Indeks non parametrik: mengukur perilaku saat tes, perkembangan hasil dari tahun ke tahun, dll

Laporan dalam Bentuk Nilai dan Konteks

Konteks-konteks yang dapat diakses pada hasil ujian nasional 2015 antara lain;
  • Leveling Capaian Siswa Tingkat Kabupaten Kota
    Level Sangat Baik, Baik, Cukup dan Kurang. Deskripsi kompetensi memberikan makna dan penjelasan lebih pada siswa, orangtua dan guru tentang angka yang didapat di setiap mata pelajaran UN. Hal ini bermanfaat untuk mengetahui apa yang diperlukan siswa dalam proses belajar selanjutnya dan bagaimana guru merencanakan kegiatan mengajar juga latihan apa yang dapat didukung oleh orangtua di rumah.
  • Peta Kompetensi Siswa SMA/MA untuk Setiap Mapel; [Perbandingan lintas propinsi – Analisis untuk pengelola pendidikan daerah]
  • Peta Kompetensi Siswa SMA/MA untuk Setiap Mapel; [Perbandingan lintas kab/kota – Analisis untuk pengelola pendidikan daerah]
  • Dashboard Analisis Data Ujian Nasional; [Informasi yang dapat diakses oleh sekolah untuk peningkatan mutu]
  • Dashboard Analisis Data Ujian Nasional; [Informasi yang dapat diakses oleh daerah untuk peningkatan mutu]
3. Sekilas Ujian Nasional
Amanat UU Sisdiknas 20/2003
Pasal 57
 (1) Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak- pihak yang berkepentingan.
(2) Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik, lembaga, dan program pendidikan pada jalur formal dan nonformal untuk semua jenjang, satuan, dan jenis pendidikan.
 Pasal 58
(1) Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan.
(2) Evaluasi peserta didik, satuan pendidikan, dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan.
 Pasal 61
(2) Ijazah diberikan kepada peserta didik sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar dan/atau penyelesaian suatu jenjang pendidikan setelah lulus ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi.

Mengapa Ujian Nasional Diubah?

Seharusnya;
  • Mendorong siswa belajar
  • Mendorong guru tuntaskan kompetensi
  • Menjadi standar kompetensi minimum nasional
  • Dapat dipakai sebagai acuan antar propinsi
  • Pemersatu bangsa
  • Adanya ukuran capaian kompetensi pendidikan yang dapat dipakai antar negara
Senyatanya;
  • Perilaku negatif kecurangan
  • Perilaku negatif teaching-tothe-test
  • Siswa menjadi “korban”
  • Siswa alami distress
  • Pembelajaran tidak tuntas
  • Kekurangan standardized tests
  • Sifat high-stake testing
Perbaikan;
  • Perbaiki mutu pendidikan melalui berbagai alat pengukuran [bukan hanya UN]
  • Memberikan otonomi pada sekolah dan mengurangi tekanan tidak perlu, pisahkan dari kelulusan sekolah
  • Perbaiki sistem penilaian yang lebih bermakna
  • Ujian Nasional wajib diambil minimal satu kali [dilakukan lebih awal untuk memberi waktu perbaikan opsional bagi siswa yang capaiannya kurang]
  • Dorong pembelajaran dan integritas
Skala Ujian Nasional
  • Ujian Nasional merupakan pekerjaan dengan skala yang sangat besar.
  • Ujian Nasional mencakup rentang geografis dari SMP Negeri 1 Sabang di desa Cot Bau, Sabang, hingga ke SMP 2 Merauke di desa Kelapa Lima, Merauke.
  • 65 mata pelajaran, 100.000 item soal
  • 700.000 pengawas
  • 35 juta exemplar naskah UN harus didistribusikan tepat waktu
  • 50.515 SMP [Siswa SMP: 3.773.372]
  • 18.552 SMA/MA [Siswa SMA: 1.632.757
  • 10.362 SMK [Siswa SMK: 1.171.907
  • Siswa Kesetaraan: 632.214 dan Total Peserta: 7,3 Juta
Jumlah Peserta UN 2015

Tanggal Penting - UN 2015
 Pengumuman pelelangan UN >> 12 Januari 2015
 Perubahan PP dan Permen >> 15 Januari 2015
 POS Final Pelaksanaan UN >> 20 Januari 2015
 Pendataan peserta UN >> 31 Januari 2015
 Sosialisasi UN >> Akhir Januari 2015
 Penetapan pemenang lelang UN >> 3 Februari 2015
 Kontrak pengadaan bahan UN >> 13 Februari 2015
 Penyerahan Master Soal UN >> 27 Februari 2015
 Pencetakan bahan UN SMA >> 5-28 Maret 2015
 Pengiriman bahan UN SMA >> 29 Maret – 11 April 2015
 UN SMA/Sederajad >> 13-15 April 2015
 Pengolahan Hasil >> 18 April – 15 Mei 2015
 Pengumuman Hasil UN SMA >> 18 Mei 2015
 UN SMP/Sederajad >> 4-6 Mei 2015 [Ralat dari Kemendikbud Menjadi 4-7 Mei 2015]
 Pengumuman Hasil UN SMP >> 10 Juni 2015

4. Potensi Penggunaan Ujian Nasional
  • UN untuk Pemetaan Capaian Pendidikan
    1. Peta keragaman nilai sekolah 2014 – SMA/MK
    2. Peta keragaman nilai Ujian Nasional murni 2014 – SMA/MK
    3. Tingkat kelulusan SMA/sederajat
    4. Nilai rerata UN murni SMA/sederajat 2014
  • UN dan EDS Standar Isi
  • Analisa hasil UN dapat membantu upaya peningkatan Standar Isi yang berhubungan dengan upaya meningkatkan kompetensi lulusan
  • Ujian Nasional untuk Pembinaan
  • Analisa nilai Ujian Nasional dapat bermanfaat untuk upaya Pembinaan dan peningkatan kompetensi guru yang akan meningkatkan kompetensi siswa
  • Penggunaan UN untuk SNMPTN
  • UN untuk Seleksi Masuk Jenjang Pendidikan Lebih Tinggi
Konsep Ujian Nasional yang sangat baik jika dibandingkan dengan konsep Ujian Nasional sebelumnya, sehingga kita berharap dapat terlaksana sesuai dengan yang direncanakan.(dmathholic)

#A3

31 'Tamparan' Bijak dari Dosen untuk Mahasiswa

Dosen Mengajar
Sebuah catatan yang mampu 'menampar' ribuan atau bahkan jutaan mahasiswa (juga saya sewaktu mahasiswa), semoga dapat dijadikan renungan untuk kita agar berbuat lebih baik hari ini dan esok.

Renungan untuk diri sendiri. Ini cara saya menggampar mahasiswa saya Tulisan dari Bapak I Made Andi Arsana (Teknik Geodesi UGM). Semoga menginspirasi. Tamparan dari dosen untuk mahasiswa ini semoga dapat menjadi motivasi untuk terus belajar dan bekerja keras.

1. Kamu ingin dapat beasiswa S2 ke luar negeri nanti? Pastikan IP di atas 3 dan TOEFL di atas 500! Merasa tidak pinter? BELAJAR!

2. Empat atau lima tahun lagi kamu bisa sekolah S2 di luar negeri dengan beasiswa. Itu kalau kamu tidak cuma twitteran saja sampai lulus nanti.

3. Kamu tidak akan bisa S2 di luar negeri karena akan ditolak profesor kalau nulis email formal saja tidak bisa. Alay itu tidak keren, tidak usah bangga!

4. Tidak usah tanya tips cara menghubungi professor di luar negeri kalau kirim email ke dosen sendiri saja kamu belum bisa. Hey, ganti dulu akun niennna_catique@gmail.com itu!

5. Tidak usah ikut meledek Vicky, kamu saja tidak tahu kapan harus pakai tanda tanya, tanda seru, tanda titik, spasi, huruf besar, huruf kecil di email kok!

6. Mana bisa diterima di perusahaan multinasional biarpun IP tinggi kalau nulis email saja lupa salam pembuka dan penutup

7. Sok mengkritik kebijakan UN segala, dari cara menulis email saja kelihatannya kamu tidak lulus Bahasa Indonesia kok. Tidak usah gaya!

8. Bayangkan kalau kamu harus menulis email ke pimpinan sebuah perusahaan besar. Apa gaya bahasa email kamu yang sekarang itu sudah sesuai? Jangan-jangan bosnya tertawa!

9. Apapun bidang ilmu kamu, akhirnya kamu akan berhubungan dgn MANUSIA yang beda umur dan latar belakangnya. Belajar komunikasi yang baik. Jangan bangga jadi alay!

10. Bangga bisa software dan gunakan alat-alat canggih? Suatu saat kamu harus yakinkan MANUSIA akan skill itu. Belajar komunikasi dengan bahasa manusia biasa!

11. Kamu orang teknik dan hanya peduli skil teknis? Kamu salah besar! Nanti kamu akan jual skil itu pada MANUSIA, bukan pada mesin!

12. Kamu kira orang teknik hanya ngobrol sama mesin dan alat? Kamu harus yakinkan pengambil kebijakan suatu saat nanti dan mereka itu manusia. Belajar ngomong sama manusia!

13. Malas basa-basi sama orang yang tidak dikenal? Enam tahun lagi kamu diutus kantor untuk presentasi sama klien yang tidak kamu kenal. Belajar!

14. Malas belajar bikin presentasi? Lima thn lagi bos kamu datang dengan segepok bahan, “saya tunggu file presentasinya besok!”

15. Kamu orang sosial dan malas belajar hal-hal kecil di komputer? Lima tahun lagi bos kamu datang bertanya “cara membesarkan huruf di Ms Word dengan shortcut gimana ya?’ Mau nyengir?

16. Mahasiswa senior, jangan bangga bisa membully Mahasiswa baru, tujuh tahun lagi kamu diinterview sama dia saat pindah kerja ke perusahaan yang lebih bagus

17. Mahasiswa senior, keren rasanya ditakuti Mahasiswa baru? JANGAN! Urusan kalian nanti bersaing sama orang-orang ASEAN dan Dunia. Bisa bikin mereka takut tidak?

18. Bangga bisa demo untuk mengundurkan jadwal ujian karena kamu tidak siap? Kamu itu mahasiswa negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara, masa’ urusannya cetek-cetek begitu sih?!

19. Tidak usah lah sok hebat demo nyuruh SBY berani sama Amerika kalau kamu diskusi sama mahasiswa Singapura saja tergagap-gagap

20. Tidak perlu lah teriak-teriak “jangan tergantung pada barat” jika kamu belum bisa tidur kalau tidak ada BB dekat bantal

21. Tentara kita tidak takut sama tentara Malaysia kalau kamu bisa kalahkan mahasiswa Malaysia debat ilmiah dlm forum di Amerika!

22. Tidak perlu beretorika menentang korupsi kalau kamu masih nitip absen sama teman saat demo antikorupsi!

23. Boleh kampanye “jangan tergantung pada barat” tapi jangan kampanye di Twitter, Facebook, BBM, Path dan Email! Memangnya itu buatan Madiun?!

24. Kalau file laporan praktikum masih ngopi dari kakak kelas dan hanya ganti tanggal, tidak usah teriak anti korupsi ya Boss!

25. Minder karena merasa dari kampung, tidak kaya, tidak gaul? Lima tahun lagi kamu bisa S2 di negara maju karena IP, TOEFL dan kemampuan kepemimpinan. Bukan karena kaya dan gaul!

26. Pejabat kadang membuat kebijakan tanpa riset serius. Sama seperti mahasiswa yang membuat tugas dalam semalam hanya modal Wikipedia

27. DPR kadang studi banding untuk jalan-jalan doang. Sama seperti mahasiswa yang tidak serius saat kunjungan ke industri lalu nyontek laporan sama temannya

28. Pejabat kadang menggelapkan uang rakyat. Sama seperti mahasiswa yang melihat bahan di internet lalu disalin di papernya tanpa menyebutkan sumbernya.

29. Alah, pakai mengkritik kebijakan pemerintah segala, bikin paper saja ngopi file dari senior dan ubah judul, pendahuluan sama font-nya

30. Gimana mau membela kedaulatan bangsa kalau waktu menerima kunjungan mahasiswa asing saja kamu tidak bisa ngomong saat diskusi. Mau pakai bambu runcing?

31. Kalau kamu berteriak “jangan mau ditindas oleh asing”, coba buktikan. Ikuti forum ASEAN atau Dunia dan buktikan di situ kamu bisa bersuara dan didengar!

Apa makna yang bisa kita ambil dari cerita tulisan dosen tersebut pasti berbeda-beda, mari kita intropeksi diri.(dmathholic)

#A3

Ujian Nasional Kini Tidak Menakutkan Lagi Bagi Siswa

Selama ini hasil ujian nasional (UN) menjadi salah satu penentu kelulusan siswa. Hal ini menjadikan sebagian besar siswa menganggap UN menjadi sesuatu yang menegangkan atau menakutkan sehingga membuat siswa stres. Bahkan ada sebagian siswa yang melakukan ritual-ritual khusus menjelang pelaksanaan UN. Namun, mulai tahun ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berupaya menjadikan UN tidak lagi dipandang sebagai sesuatu hal yang menakutkan atau sakral bagi siswa.
Kantor Kemendikbud

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, mengatakan rencana perbaikan UN salah satunya adalah desakralisasi UN yang akan dimulai tahun ini. “Saya menggarisbawahi UN digunakan untuk mengembangkan potensi dan evaluasi siswa, UN bukan sebagai sesuatu yang sakral atau menakutkan melainkan sebagai sesuatu hal yang positif,” katanya pada saat jumpa pers tentang Perubahan Kebijakan Ujian Nasional di kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (23/1/2015).

“Saya menggarisbawahi UN digunakan untuk mengembangkan potensi dan evaluasi siswa, UN bukan sebagai sesuatu yang sakral atau menakutkan melainkan sebagai sesuatu hal yang positif,”

Mendikbud menekankan, suasana UN yang banyak kecurangan di tahun-tahun sebelumnya harus berhenti. UN tahun ini, kata dia, merupakan kesempatan bagi sekolah sebagai cermin untuk mengembangkan siswa-siswanya dari seluruh aspek. “Kenyataan di lapangan bukan siswa yang sering manipulasi tetapi justru ekosistem pendidikan,” ujarnya.

“Kenyataan di lapangan bukan siswa yang sering manipulasi tetapi justru ekosistem pendidikan,”

Mendikbud menegaskan pendidikan bukan soal tarik menarik kepentingan politik tetapi justru harus dibebaskan dari kepentingan politik. Pendidikan, kata dia, adalah soal mengembangkan seluruh potensi anak didik. “Konsentrasinya adalah UN dapat membentuk perilaku yang baik pada seluruh aktor pendidikan baik siswa, orang tua, guru, sekolah, dinas pendidikan daerah hingga pemerintah pusat,” tuturnya.

“Konsentrasinya adalah UN dapat membentuk perilaku yang baik pada seluruh aktor pendidikan baik siswa, orang tua, guru, sekolah, dinas pendidikan daerah hingga pemerintah pusat,”
Mendikbud mengimbau seluruh komponen pendidikan di Indonesia agar tidak merusak mentalitas anak didik dalam menghadapi UN. UN tahun ini, kata dia, akan dijadikan sebagai alat untuk mengembangkan potensi para siswa. “Bila ini dirusak maka kita tidak sedang menyiapkan masa depan yang lebih baik,” ucap mantan rektor Universitas Paramadina itu.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud, Nizam, mengatakan UN tahun ini tidak akan melibatkan aparat keamanan dengan persenjataan lengkap dalam pendistribusian naskah UN. Pelaksanaan UN tahun ini, kata dia, pengawas ujiannya pun tidak lagi dari dosen-dosen perguruan tinggi. “UN tahun ini bukan sesuatu yang mengerikan lagi bagi siswa,” katanya. (Agi Bahari) (dmathholic)

#A3

Kebijakan UN Diubah Untuk Kuatkan Tujuan dan Fungsi UN

Kantor Kemendikbud
Ujian nasional (UN) tahun ini (2015) akan kembali diselenggarakan pada 13-15 April 2015 untuk SMA/SMK/sederajat dan 4-7 Mei 2015 untuk SMP/sederajat. Kebijakan UN tahun ini tidak lagi berfungsi sebagai penentu kelulusan siswa. Sekolah diberikan kewenangan menilai secara komprehensif seluruh komponen pada siswa untuk menyatakan tamat atau tidaknya peserta didik dari jenjang pendidikan tertentu.

Demikian salah satu isi dalam jumpa pers yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, di kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (23/1/2015). “Kementerian menyadari, kita tidak bisa menilai mutu layanan pendidikan semata-mata dari satu indikator. UN hanya satu dari sekian banyak indikator dalam standar nasional pendidikan. Dalam konteks evaluasi hasil belajar, UN bukan hanya satu-satunya, tetapi satu dari banyak indikator untuk menilai kinerja layanan pendidikan,” tutur Mendikbud di hadapan para awak media.

Ia menjelaskan, sesuai dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, siswa sesungguhnya berhak mengetahui capaian kompetensinya dan negara berkewajiban memenuhi hak itu. “Jadi pengukuran capaian standar kompetensi lulusan adalah peran negara untuk memenuhi hak peserta didik,” tambahnya.

Mendikbud mengatakan, UN seharusnya memberi dampak positif bagi siswa, guru, dan komunitas pendidikan yang lebih luas lagi. Namun, kenyataan di lapangan justru menimbulkan perilaku negatif, seperti terjadinya kecurangan, siswa mengalami distress, dan lain-lain. “Mengapa ini terjadi? Karena sifat ujiannya itu high-stake testing. Nah, kita ingin mengubahnya,” ucap Mendikbud.

Maka, upaya perbaikan yang dilakukan adalah dengan memperbaiki mutu pendidikan melalui berbagai alat pengukuran yang bukan hanya UN, memberikan otonomi pada sekolah dan mengurangi tekanan yang tidak perlu, dengan cara memisahkan ujian nasional dari kelulusan. “Kita juga ingin memperbaiki sistem penilaian menjadi lebih bermakna, dan mendorong pembelajaran serta integritas,” kata Mendikbud.

Dari upaya perbaikan itu, Mendikbud memaparkan rencana perubahan yang akan terjadi pada UN tahun ini. Pertama, UN tidak untuk kelulusan. Sekolah sepenuhnya diberikan kewenangan mempertimbangkan seluruh aspek dari proses pembelajaran, termasuk komponen perilaku siswa untuk menentukan lulus tidaknya mereka dari jenjang pendidikan tertentu.

Kedua, UN dapat ditempuh lebih dari sekali. “Bagi mereka yang hasilnya kurang, punya kesempatan memperbaiki dan mengambil ujian ulang. Karena tujuan UN kan bukan menjadi hakim, tapi alat pembelajaran. Kita ingin mengubah UN dari sekadar alat menilai hasil belajar, tetapi alat untuk belajar,” tandanya.

Ketiga, UN wajib diambil minimal satu kali oleh setiap peserta didik. “Tahun ini kita tidak menyelenggarakan ujian ulang, karena 2015 ini transisi. Konsep ini akan diterapkan tahun depan. Bagaimana caranya? Awal semester akhir peserta didik sudah dapat mengambil UN. Dan bila diperlukan ada perbaikan, maka mereka bisa melakukan perbaikan di akhir semester akhir. Tapi ini baru bisa diterapkan di 2016,” ungkap Mendikbud. (Ratih Anbarini) (dmathholic)

#A3

Komentar Terbaru

Just load it!